STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT MILAN TANPA DAN DENGAN PENAMBAHAN FIBER


MANGONTAN, ROBERT (2008) STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT MILAN TANPA DAN DENGAN PENAMBAHAN FIBER. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
robertmang-272-1-ps0288 cover.jpg

Download (214kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
robertmang-272-1-ps0288 1-2.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
robertmang-272-1-ps0288 dapus-lam.pdf

Download (982kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
robertmang-272-1-ps0288.pdf

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ROBERT MANGONTAN. Studi Karakteristik Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Agregat Milan Tanpa Dan Dengan Penambahan Fiber (dibimbing oleh Lawalenna Samang dan Rudy Djamaluddin).
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi karakteristik campuran perkerasan jalan beton aspal dengan agregat Milan, penambahan fiber dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Penambahan fiber C-Glass Woven Roving 600 g/m2 (China), berfungsi sebagai tulangan yang mempunyai kekuatan/tegangan putus dan daya serap yang tinggi. Pemanfaatan fiber sebagai bahan tambah, difokuskan pada peningkatan kualitas campuran, khususnya kekuatan (stabilitas), mengurangi rongga dalam campuran, sehingga kedap air, dan bertahan sesuai umur rencana.
Penggabungan agregat kasar dan halus tidak memenuhi spesfikasi Bina Marga, sebabg memotong kurva fuller dua kali, antara saringan No. 100 dan No. 50 serta No. 8 dan No. 4. untuk menggunakan agregat Milan dibuatkan rancangan agregat campuran yang berada di atas kurva fuller dengan komposisi agregat kasar 51%, agregat halus 40%, dan filler (abu batu) 9%. Studi ini bertujuan mengkaji secara teknis pemanfaatan agregat Milan untuk campuran lapisan beton aspal, tanpa fiber untuk menentukan kadar optimum (KAO) dengan variasa kadar aspal dari 5.5% - 8.0% dengan tingkat kenaikan 0.5%. Dan penambahan fiber den gan variasi 0,25 %, 0,50 %, 0,75 %, dan 1 %, setelah kadar aspal optimum (KAO) ditentukan.
Penelitian ini menghasilkan 1). Pengujian marshall tanpa fiber diperoleh kadar aspal optimum (KAO) 7%, dan karakteristik marshall yaitu : stabilitas 1708,35 kg; flow 3,38 mm; VIM 4,31 %; VMA 17,85 % dan MQ 506,57 kg/mm. 2). Pengujian marshall penambahan fiber dengan kadar aspal optimum (KAO) 7 %, diperoleh variasi fiber yang paling memungkinkan pada variasi 0,25 % dengan stabilitas 1444,99 kg, flow 3,28 mm; VIM 3,77 %; VMA 17,39 % dan MQ 441,36 kg/mm. 3). Hash pengujian marshall immertion menunjukkan indeks kekuatan sisa (IKS) tanpa fiber 68,32% dan indeks kekuatan sisa penambahan fiber 91,44 %, sedangkan nilai standar sesuai spesifikasi Bina Marga adalah minimum 75%.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 20 May 2021 05:20
Last Modified: 20 May 2021 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/4475

Actions (login required)

View Item
View Item