Penggunaan Bentuk Interjeksi dalam Novel Periode Prakemerdekaan dan Pascakemerdekaan:Analisis Stilistika Linguistik


RASYID, NIRWANA (2026) Penggunaan Bentuk Interjeksi dalam Novel Periode Prakemerdekaan dan Pascakemerdekaan:Analisis Stilistika Linguistik. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of F033222002-46KqCfxkwg5ncXo1-20260422161224.jpeg] Image
F033222002-46KqCfxkwg5ncXo1-20260422161224.jpeg

Download (153kB)
[thumbnail of F033222002-1-2.pdf] Text
F033222002-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of F033222002-dp.pdf] Text
F033222002-dp.pdf

Download (473kB)
[thumbnail of F033222002-fullll.pdf] Text
F033222002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK NIRWANA RASYID. Penggunaan Bentuk Interjeksi dalam Novel Periode Prakemerdekaan dan Pascakemerdekaan: Analisis Stilistika Linguistik. (dibimbing oleh Muhammad Darwis, Nurhayati Syairuddin, dan Kaharuddin) Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi pola perilaku kebahasaan dalam penggunaan interjeksi pada novel prakemerdekaan dan pascakemerdekaan; serta (2) menjelaskan perbedaan karakteristik pola penggunaan interjeksi pada kedua periode tersebut berdasarkan perspektif stilistika linguistik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik penyampelan dilakukan secara purposif. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dengan menerapkan metode simak, dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui proses pengodean secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, dari segi pola kebahasaan, interjeksi dalam novel prakemerdekaan memperlihatkan ciri fonologis berupa penambahan dan penghilangan bunyi /h/, termasuk pada variasi bentuk seperti o ya. Pola morfologis dikonstruksi melalui penambahan leksem -ya dan partikel -lah, repetisi, reduplikasi, komposisi, penggabungan leksikal, serta pembentukan bentuk baru. Secara sintaksis, interjeksi pada periode ini cenderung ditempatkan di awal ujaran. Sebaliknya, novel pascakemerdekaan menunjukkan pola fonologis yang lebih variatif, meliputi modifikasi, penambahan, penghilangan, dan penggantian bunyi, termasuk pemanjangan grafem serta penggabungan berbagai proses fonetis. Pola morfologis mencakup repetisi total dan parsial, reduplikasi, penambahan leksem -ya dan -lah, pembentukan bentuk baru, serta pemotongan kata. Dari sisi sintaksis, interjeksi tidak hanya muncul awal, tetapi juga di akhir akhir ujaran. Kedua, secara stilistika, perbedaan pola penggunaan interjeksi pada novel prakemerdekaan dan pascakemerdekaan terepresentasi melalui enam mekanisme gaya, yaitu: (a) penyimpangan linguistik, yang menunjukkan evolusi fungsi interjeksi dari sekadar penguat emosi menjadi strategi penonjolan gaya; (b) integrasi sintaksis interjeksi, berupa transformasi interjeksi dari elemen emosional yang longgar dan nonstruktural menjadi bagian integral struktur sintaksis; (c) variabilitas fonografis, berupa pergeseran dari ejaan normatif menuju kebebasan grafis yang menirukan fonetik lisan; (d) distribusi penggunaan, ditandai pergeseran penempatan interjeksi dari narasi retoris-reflektif menuju dialog tokoh yang lebih fleksibel dan konflikual; (e) repertoar leksikal, berupa perluasan dan diversifikasi kosakata dari bentuk baku, religius, dan homogen menuju bentuk slang, yang ekspresif, produktif, dan dinamis; serta (f) pola repetisi formal, yang mengalami transformasi dari fungsi penegasan batin menuju penguatan emosi yang lebih variatif dan responsif.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 01 Oct 2026 03:51
Last Modified: 01 Oct 2026 03:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58629

Actions (login required)

View Item
View Item