Ergonomic Risk Factors Associated With Musculoskeletal Disorder (MSDs) Complaints Oil Palm Plantion Workers Performing Manual Lifting in Tolada Village, Malangke District, North Luwu Regency


RAHMADANI, A.AZIZAH (2025) Ergonomic Risk Factors Associated With Musculoskeletal Disorder (MSDs) Complaints Oil Palm Plantion Workers Performing Manual Lifting in Tolada Village, Malangke District, North Luwu Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011211214-dgKO75xcMUjiD4v3-20251008170217.jpg] Image
K011211214-dgKO75xcMUjiD4v3-20251008170217.jpg

Download (453kB)
[thumbnail of K011211214-1-2.pdf] Text
K011211214-1-2.pdf

Download (300kB)
[thumbnail of K011211214-dp.pdf] Text
K011211214-dp.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of K011211214-fullll.pdf] Text
K011211214-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah umum yang dialami oleh buruh tani kelapa sawit, terutama yang melakukan aktivitas manual lifting secara berulang dan dalam postur kerja yang tidak ergonomi. Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup pekerja khususnya buruh tani di Desa Tolada, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara. Tujuan. Menganalisis hubungan faktor risiko ergonomi terhadap keluhan MSDs pada buruh tani kelapa sawit di Desa Tolada. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross- sectional. Jumlah responden sebanyak 66 orang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), menggunakan aplikasi Ergofellow untuk mengetahui nilai total REBA, dan instrumen pengetahuan kerja ergonomi. Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia (p= 0,756) dan tingkat pengetahuan (p= 0,312) pada keluhan MSDs, dikarenakan lingkungan kerja dan tuntutan fisik atau faktor yang lainnya sehingga usia dan pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan. Namun terdapat hubungan yang signifikan pada beban kerja (p= 0,018) dan postur kerja (p= 0,002) terhadap keluhan MSDs. Kesimpulan. Usia dan pengetahuan tidak menjadi faktor utama keluhan MSDs. Sebaliknya, beban kerja berat dan postur kerja tidak ergonomi merupakan faktor signifikan. Intervensi diperlukan melalui pelatihan postur kerja yang benar, manajemen beban kerja, dan peningkatan pemahaman ergonomi untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kesejahteraan buruh tani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 02:52
Last Modified: 26 Sep 2026 02:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58081

Actions (login required)

View Item
View Item