ISMAIL, IMAM (2026) ANALISIS SPILLOVER EFFECT WISATA KINCIR TERHADAP PERTUMBUHAN UMKM DI DESA MATTIROTASI DAN DESA LAINUNGAN KECAMATAN WATANG PULU KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG = ANALYSIS OF THE SPILLOVER EFFECT OF WINDMILL TOURISM ON THE GROWTH OF MSMES IN MATTIROTASI AND LAINUNGAN VILLAGES, SIDENRENG RAPPANG REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P022232004-O9x2ASWiVClKRbpy-20260423165654.jpg
Download (196kB)
P022232004-1-2.pdf
Download (908kB)
P022232004-dp.pdf
Download (287kB)
P022232004-ullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Imam Ismail. “Analisis Spillover Effect Wisata Kincir Terhadap Pertumbuhan UMKM di Desa Mattirotasi Dan Desa Lainungan Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang ” Dibimbing oleh Prof.Dr.Akin Duli.,MA dan Dr. Kurniaty., SE., M.Si Latar Belakang. Wisata Kincir Angin PLTB Sidrap merupakan destinasi wisata berbasis infrastruktur energi terbarukan pertama di Indonesia yang diresmikan pada 2018. Meskipun kunjungan wisatawan terus meningkat, manfaat ekonominya belum terdistribusi secara merata kepada UMKM di Desa Mattirotasi dan Lainungan. Tujuan. Menganalisis spillover effect Wisata Kincir Angin PLTB Sidrap terhadap pertumbuhan UMKM di Desa Mattirotasi dan Lainungan, serta mengidentifikasi kendala dan merumuskan rekomendasi kebijakan pemberdayaan UMKM. Metode. Pendekatan mixed methods dengan triangulasi empat sumber data: kuesioner kepada 111 pelaku UMKM, wawancara mendalam dengan enam informan kunci, observasi lapangan, dan FGD dengan 15 peserta dari tiga kelompok pemangku kepentingan. Kesimpulan. Spillover effect wisata kincir terhadap UMKM masih sangat terbatas (mean 1,65 dari skala 4,00; 83–91% UMKM tidak merasakan dampak langsung). Faktor dominan penyebabnya adalah ketiadaan integrasi spasial antara kawasan PLTB dan lokasi UMKM desa. Lokasi strategis menjadi faktor pendorong terkuat (mean 2,81), sedangkan kolaborasi antar UMKM menjadi yang terlemah (mean 2,49). UMKM menghadapi lima lapisan kendala yang saling memperlemah: keterbatasan modal (98,1% responden), kesenjangan keterampilan, rendahnya adopsi teknologi, kekosongan infrastruktur zona usaha di jalur wisata, dan fragmentasi kelembagaan. Penelitian merekomendasikan enam intervensi kebijakan terintegrasi dan menegaskan bahwa spillover effect pariwisata bersifat kondisional yang memerlukan pemenuhan tiga prasyarat secara simultan: spasial, kelembagaan, dan kapabilitas.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | spillover effect, wisata kincir angin, PLTB Sidrap, UMKM, pertumbuhan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Perencanaan dan Pengembangan Wilayah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 06:15 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57984 |
