FRAMITA, JANE (2026) LUARAN 5 TAHUN SETELAH IMPLANTASI IOL MONOFOKAL PADA ANAK DENGAN KATARAK PEDIATRIK DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR = FIVE YEARS OUTCOME AFTER MONOFOCAL IOL IMPLANTATION IN CHILDREN WITH PEDIATRIC CATARACT AT HOSPITAL OF HASANUDDIN UNIVERSITY MAKASSAR. Sp thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C025221004-BbAVqedj4mk0ufiT-20260522152010.jpg
Download (249kB)
C025221004-1-2.pdf
Download (263kB)
C025221004-dp.pdf
Download (724kB)
C025221004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 September 2028.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Katarak pediatrik sangat berpotensi menghambat proses perkembangan saraf visual dan kualitas hidup pasien. Walaupun implantasi lensa intraokular (IOL) monofokal menjadi standar tatalaksana, data longitudinal terkait luaran fungsi penglihatan binokular dan dampaknya terhadap kualitas hidup komprehensif sangat terbatas. Tujuan. Mengevaluasi luaran fungsi visual tingkat lanjut dan kualitas hidup anak lima tahun pascaimplantasi IOL monofokal pada kasus katarak pediatrik. Metode. Studi kohort retrospektif ini melibatkan pasien katarak pediatrik di RS Universitas Hasanuddin (2019–2020). Evaluasi lima tahun pascaoperasi mencakup best corrected visual acuity (BCVA), tajam penglihatan dekat, stereopsis, dan sensitivitas kontras. Kualitas hidup dinilai menggunakan instrumen Child PedEyeQ. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Sebanyak 23 dari 103 pasien memenuhi kriteria analisis akhir; tingginya angka lepas pantau dikaitkan dengan perpindahan kontrol ke fasilitas kesehatan satelit. Meskipun BCVA pascaoperasi membaik secara signifikan (p<0,05), 60,9% subjek tidak mencapai pemulihan stereopsis. BCVA pascaoperasi tidak berkorelasi signifikan dengan domain kualitas hidup (p=0,478). Sebaliknya, skor stereopsis berkorelasi positif secara bermakna terhadap domain penglihatan fungsional (r=0,535; p=0,009) dan interaksi sosial (r=0,429; p=0,041). Selain itu, interval penundaan operasi (gap usia) yang lebih panjang berkorelasi negatif secara signifikan terhadap seluruh domain, termasuk penglihatan fungsional (r=-0,559; p=0,006). Subjek dengan deprivasi visual kronis akibat keterlambatan operasi maupun komorbiditas organik infeksi TORCH mendemonstrasikan perolehan skor kualitas hidup terendah. Kesimpulan. Keberhasilan luaran katarak pediatrik tidak dapat direpresentasikan secara tunggal oleh perbaikan tajam penglihatan monokular. Pemulihan stereopsis dan minimalisasi waktu tunda operasi menjadi determinan esensial bagi tercapainya kemandirian fungsional dan kualitas hidup pasien
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Katarak pediatrik, IOL monofokal, kualitas hidup, stereopsis, PedEyeQ, rehabilitasi visual. . |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 06:20 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 06:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57758 |
