STRATEGI APOTEKER DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA, SERTA TANTANGAN DAN HAMBATAN YANG DI HADAPI SELAMA PENANGGULANGAN BENCANA DI SULAWESI SELATAN: STUDI KUALITATIF


ROBINSON, AHMAD RUSMIN (2026) STRATEGI APOTEKER DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA, SERTA TANTANGAN DAN HAMBATAN YANG DI HADAPI SELAMA PENANGGULANGAN BENCANA DI SULAWESI SELATAN: STUDI KUALITATIF. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012241026-u4XHlo2mK97fIFa1-20260717150251.jpeg] Image
N012241026-u4XHlo2mK97fIFa1-20260717150251.jpeg

Download (632kB)
[thumbnail of N012241026-1-2.pdf] Text
N012241026-1-2.pdf

Download (706kB)
[thumbnail of N012241026-dp.pdf] Text
N012241026-dp.pdf

Download (560kB)
[thumbnail of N012241026-fulll.pdf] Text
N012241026-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi, termaksud di Provinsi Sulawesi Selatan. Dampak bencana terhadap sistem kesehatan menuntut keterlibatan tenaga kesehatan termaksud apoteker, dalam upaya pengurangan risiko bencana. Namun, peran strategis apoteker dalam kebencanaan masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang perlu dieksplorasi secara mendalam. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model strategi apoteker dalam pengurangan risiko bencana serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi selama penanggulangan bencana di Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian ini merupan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan pedoman COREQ. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam terhadap 48 informan yang terdiri dari apoteker relawan kebencanaan dan stakeholder terkait. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Analisis data dilakukan secara manual menggunakan content analysis. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil. Sepuluh tema didapatkan dari wawancara terhadap apoteker yaitu (1) Ketidaktepatan pemenuhan logistik kesehatan dengan kebutuhan; (2) Keterbatasan pendanaan dan sumber logistik dalam penanganan bencana; (3) Ketidakmerataan distribusi serta keterbatasan pengelolaan logistik kesehatan (4) Sistem koordinasi dan informasi Kebencanaan belum optimal; (5) Keterbatasan peran dan kapasitas apoteker dalam penanggulangan bencana; (6) Risiko keselamatan dan kesehatan apoteker selama respon bencana; (7) Penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan apoteker; (8) Penguatan sistem dan tata kelola farmasi kebencanaan; (9) Manajemen logistik dan layanan farmasi berbasis kebutuhan; (10) Penguatan koordinasi, kolaborasi lintas sektor dan peran apoteker. Serta, empat tema didapatkan dari wawancara terhadap stakeholder yaitu, (1) Apoteker berperan dalam pengelolaan logistik, pelayanan kefarmasian, serta terlibat dalam respon tanggap darurat; (2) Tantangan melakukan pelayanan kefarmasian dalam kondisi bencana; (3) Koordinasi dan kesiapsiagaan apoteker berjalan belum optimal; (4) Kebutuhan penguatan kapasitas apoteker dalam kebencanaan. Meskipun apoteker secara aktif berkontribusi dalam manajemen logistik, konseling obat, dan kegiatan tanggap darurat, keterlibatan mereka dalam perencanaan kesiapsiagaan, penilaian kebutuhan, dan tata kelola bencana formal masih terbatas. Hambatan sistemik, ketidakefisienan logistik, dan kesenjangan koordinasi semakin membatasi keterlibatan yang optimal. Kesimpulan. Apoteker memiliki peran strategis dalam pengurangan risiko bencana melalui penguatan kapasitas individu, sistem logistik farmasi berbasis kebutuhan, serta kolaborasi lintas sector. Namun optimalisasi peran tersebut memerlukan penguatan kebijakan, sistem koordinasi, dan integrasi yang lebih komprehensif dalam system penanggulangan bencana.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Sep 2026 05:36
Last Modified: 22 Sep 2026 05:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57655

Actions (login required)

View Item
View Item