Pengaruh Slag Nikel Terhadap Laju Korosi Baja Tulangan Pada Beton Memadat Sendiri (BMS) = Effect of Nickel Slag on the Corrosion Rate of Reinforcing Steel in Self-Compacting Concrete (SCC)


NURMAN, ARWIN (2026) Pengaruh Slag Nikel Terhadap Laju Korosi Baja Tulangan Pada Beton Memadat Sendiri (BMS) = Effect of Nickel Slag on the Corrosion Rate of Reinforcing Steel in Self-Compacting Concrete (SCC). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
D011221001-kSzK7WTqmhXb6O8V-20260608141635.jpg

Download (360kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D011221001-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D011221001-dp.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
D011221001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Korosi baja tulangan merupakan faktor utama yang menurunkan durabilitas beton bertulang pada lingkungan kaya ion klorida. Penggunaan beton memadat sendiri (BMS) yang mampu mengalir dan memadat sendiri, serta substitusi agregat dengan slag nikel sebagai limbah industri, berpotensi meningkatkan kepadatan matriks beton dan ketahanan terhadap penetrasi zat agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi slag nikel sebagai agregat halus terhadap laju korosi baja tulangan dan kinerja lekatan pada beton memadat sendiri (BMS). Studi ini dilakukan secara eksperimental dengan variasi kadar slag nikel sebesar 0%, 50%, 70%, dan 100% dari total agregat halus dengan kode beruturut-turut SN0, SN50, SN70, dan SN100. Benda uji berbentuk silinder bertulang dilakukan perawatan selama 28 hari menggunakan metode water curing, kemudian diuji melalui metode akselerasi korosi dalam larutan NaCl 5% dengan pemberian arus searah (DC) sebesar 10 Volt. Parameter yang dianalisis meliputi respons arus listrik terhadap waktu, kehilangan berat baja tulangan, laju korosi berdasarkan pendekatan Hukum Faraday, serta kuat lekat setelah korosi melalui pengujian pull out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi substitusi slag nikel dari agregat halus yang optimal adalah SN70. Variasi SN50 menunjukkan laju korosi sebesar 2,75 mm/tahun, yang menurun signifikan menjadi 0,90 mm/tahun pada SN70. Konsistensi penurunan juga teridentifikasi pada kehilangan berat baja, dari 1,06% pada SN0 menjadi 0,07% pada SN70. Peningkatan kinerja mekanis turut tercermin pada nilai kuat lekat, dengan SN70 mencapai 9,91 MPa dibandingkan 3,17 MPa pada beton kontrol SN0.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: beton memadat sendiri, slag nikel, laju korosi, akselerasi korosi, kuat lekat.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Sep 2026 06:38
Last Modified: 10 Sep 2026 06:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57611

Actions (login required)

View Item
View Item