NOFIAN, ELIA (2026) ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS (ILTB) PADA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2025=ANALYSIS OF DETERMINANTS OF LATENT TUBERCULOSIS INFECTION (LTBI) IN HEALTH WORKERS OF COMMUNITY HEALTH CENTER IN MAKASSAR CITY IN 2025. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012241031-mDMcqduNy9JVpAUR-20260602143906.jpg
Download (116kB)
K012241031-1-2.pdf
Download (525kB)
K012241031-dp.pdf
Download (209kB)
K012241031-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Prevalensi infeksi laten tuberkulosis di Asia 36% berdasarkan hasil TST (Tuberculin Skin Test) dan petugas kesehatan merupakan kelompok risiko kejadian ILTB. Data Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 melaporkan sekitar 2.488 kasus Infeksi TB Laten. Kota Makassar penyumbang angka kejadian terbanyak. Tujuan. Menganalisis faktor risiko kejadian ILTB pada petugas kesehatan puskesmas di Kota Makassar. Metode. Penelitian obeservasional analitik dengan desain kasus kontrol yang melibatkan masing-masing 316 pada kelompok kasus dan kontrol. Kasus adalah petugas kesehatan puskesmas dengan hasil uji tuberkulin positif sedangkan kontrol dengan hasil uji tuberkulin negatif pada tahun 2025 yang tercatat di SITB Dinas Kesehatan di Kota Makassar. Kasus dipilih mengunakan total sampling dan kontrol dipilih mengunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji odds ratio dan regresi logistik Hasil. Hasil analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin (OR=1,9; 95% CI: 1,17-3,09), Riwayat Kontak (OR=2,21; 95% CI: 1,59-3,08), Riwayat Imunisasi BCG (OR=2,36; 95% CI:1,6-3,49), penggunaan Masker (OR=5,01; 95% CI: 3,53-7,12), dan Perokok Aktif/Pasif (OR=2,39; 95% CI: 1,38-4,16) merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik sedangkan riwayat pelatihan ILTB OR=1,03 (95% Cl=0,727-1,47) dan status gizi (OR=1,17; 95% Cl;0,852-1,60) merupakan faktor risiko yang tidak bermakna secara statistik terhadap kejadian ILTB pada petugas kesehatan. Usia (OR=0,879; 95% CI: 0,642-1,2), masa kerja (OR=0,864; 95% Cl: 0,627-1,19), riwayat DM (OR=0,634; 95% Cl: 0,292-1,38) bukan merupakan faktor risiko kejadian ILTB pada petugas kesehatan puskesmas tetapi menunjukkan faktor protektif namun tidak bermakna secara statistik. Hasil analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa riwayat penggunaan masker merupakan faktor risiko yang dominan terhadap kejadian ILTB pada petugas kesehatan di Kota Makassar setelah mengontrol variabel lainnya. Riwayat kontak, riwayat imunisasi dan riwayat penggunaan masker berpeluang 86,7% terhadap peningkatan kejadian ILTB pada petugas kesehatan puskesmas di Kota Makassar. Kesimpulan. Jenis kelamin, riwayat kontak, riwayat imunisasi BCG, riwayat penggunaan masker dan perokok aktif/pasif merupakan faktor risiko sedangkan riwayat pelatihan ILTB, status gizi, usia, masa kerja, DM bukan merupakan faktor risiko kejadian ILTB pada petugas kesehatan puskesmas di Kota Makassar. Dinas Kesehatan Kota Makassar diharapkan membuat kebijakan terkait Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Puskesmas dengan memperketat penggunaan masker pada saat melakukan pelayanan kesehatan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ILTB; Tuberkulosis Laten; Petugas Kesehatan; Puskesmas |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 05:18 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 05:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57259 |
