PRATIWI, AULIA (2026) IDENTIFIKASI INFEKSI HELMINTH GASTROINTESTINAL PADA PRIMATA DI KEBUN BINATANG CITRA SATWA CELEBES, KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN=Identification of Gastrointestinal Helminth Infections in Primates at Citra Satwa Celebes Zoo, Gowa Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221076-FS8hqoAV7reaMigR-20260310121837.jpeg
Download (598kB)
C031221076-1-2.pdf
Download (3MB)
C031221076-dp.pdf
Download (124kB)
C031221076-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 March 2028.
Download (14MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Primata merupakan satwa dengan peran penting dalam ekosistem dan konservasi, namun kondisi lingkungan pemeliharaan di kebun binatang yang lembap serta intensitas interaksi manusia satwa dapat meningkatkan risiko infeksi parasit gastrointestinal khususnya helminth yang berdampak pada kesehatan satwa dan berpotensi bersifat zoonotik. Informasi mengenai infeksi helminth gastrointestinal pada primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes masih terbatas. Tujuan. Mengidentifikasi jenis helminth gastrointestinal, menentukan prevalensi dan tingkat infeksi, serta menganalisis faktor asosiasi yang berhubungan dengan kejadian infeksi helminth gastrointestinal pada primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dilakukan pada primata yang terdiri atas Macaca fascicularis, Macaca maura, Macaca nemestrina, dan Hylobates albibarbis dengan total sampel 25. Pemeriksaan feses dilakukan menggunakan metode natif, sedimentasi, dan apung untuk identifikasi telur parasit. Data faktor asosiasi dikumpulkan melalui observasi kondisi kandang dan wawancara terstruktur dengan keeper sebagai informan kunci. Hasil. Seluruh sampel primata menunjukkan infeksi parasit gastrointestinal dengan prevalensi 100%. Ditemukan enam jenis nematoda dan satu spesies cestoda, yaitu Strongyloides sp. (44%), Ancylostoma duodenale (36%), Trichuris sp. (28%), Oesophagostomum sp. (16%), Hymenolepis diminuta (8%), Ascaris lumbricoides (8%), dan Trichostrongylus sp. (4%). Sebagian besar individu menunjukkan pola ko-infeksi lebih dari satu jenis parasit. Beberapa faktor pemeliharaan seperti lama pemeliharaan, sistem pengandangan, kondisi lantai kandang, dan kelembapan lingkungan menunjukkan kecenderungan berasosiasi dengan tingkat infestasi. Kesimpulan. Infeksi helminth gastrointestinal pada primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes tergolong tinggi dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta manajemen pemeliharaan, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan sanitasi dan kesehatan satwa untuk mendukung konservasi primata dan mencegah risiko zoonosis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | faktor asosiasi; konservasi ex-situ; helminth gastrointestinal; prevalensi infeksi; primata penangkaran; zoonosis |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 06:33 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 06:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57085 |
