MASIKU, KEVIN PRATAMA SALAMBA (2026) PREVALENSI DAN FAKTOR YANG BERASOSIASI TERHADAP KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS PADA SAPI PERAH DI KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG=PREVALENCE AND ASSOCIATED FACTORS OF SUBCLINICAL MASTITIS IN DAIRY COWS IN CENDANA DISTRICT, ENREKANG REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C031221020-PCb5FBevzE0hYldJ-20260316133705.jpg
Download (257kB)
C031221020-1-2.pdf
Download (637kB)
C031221020-dp.pdf
Download (508kB)
C031221020-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Mastitis merupakan infeksi ambing pada sapi perah yang dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas susu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui prevalensi mastitis dan faktor yang berasosiasi pada sapi perah sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengendalian mastitis yang efektif dan berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi mastitis subklinis pada sapi perah di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berasosiasi terhadap kejadian tersebut. Metode. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 71 ekor sapi perah laktasi dengan total 284 sampel susu yang diuji menggunakan California Mastitis Test (CMT). Prevalensi mastitis subklinis dihitung pada tingkat peternak, ternak, dan kuartir berdasarkan hasil uji CMT. Selain itu, data faktor yang berasosiasi dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada peternak. Analisis hubungan antara faktor yang berasosiasi dan kejadian mastitis subklinis dilakukan menggunakan uji Chisquare dan Odds Ratio. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi mastitis subklinis pada tingkat peternak di Kecamatan Cendana sangat tinggi, yaitu 85,7%; pada tingkat ternak 74,6%; dan pada tingkat kuartir 37,3% serta terdapat dua faktor yang berasosiasi pada tingkat peternak yang signifikan secara statistik terhadap kejadian mastitis subklinis yaitu kebersihan kuku pemerah dan penggunaan kain bersih untuk mengeringkan ambing. Kesimpulan. Prevalensi mastitis subklinis pada sapi perah di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang tergolong tinggi. Tingginya angka prevalensi ini utamanya dipengaruhi oleh faktor manajemen peternakan. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen pemerahan yang baik untuk mencegah terjadinya mastitis pada sapi perah
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Enrekang; Faktor yang berasosiasi; Mastitis subklinis; Prevalensi; Sapi Perah |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 06:03 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 06:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57016 |
