AZZARAH, NAURIKA (2026) DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN AREA TALLASA CITY DI KECAMATAN TAMALANREA TERHADAP EKSISTENSI KAWASAN INDUSTRI DI KOTA MAKASSAR = The Impact of Residential Development in the Tallasa City Area in Tamalanrea Subdistrict on the Existence of Industrial Zones in Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011201408-RXeF7pSOgTMy4Lwq-20260423201324.jpg
Download (420kB)
B011201408-1-2.pdf
Download (286kB)
B011201408-dp.pdf
Download (143kB)
B011201408-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
NAURIKA AZZAHRA (B011201408), dengan judul “(Dampak Pembangunan Kawasan Permukiman Area Tallasa City Di Kecamatan Tamalanrea Terhadap Eksistensi Kawasan Industri Di Kota Makassar)”. Di bimbing oleh Andi Suci Wahyuni sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri pada dasarnya merupakan proses yang diatur secara ketat untuk menjamin kepastian hukum dan keberlanjutan. Secara spesifik untuk kawasan Industri, peraturan pemerintah menegaskan bahwa tanah yang telah ditetapkan untuk Kawasan Industri tidak dapat dialihfungsikan untuk penggunaan lain, kecuali terjadi perubahan pada RTRW kabupaten/kota yang telah melalui prosedur yang sah. Tujuan: Untuk mengetahui dan menentukan pengaturan hukum terkait perubahan fungsi kawasan industri di Kota Makassar dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan dampak perubahan industri menjadi kawasan permukiman di Kota Makassar dari perspektif hukum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku. Hasil: Hasil penelitian mengungkap (1) Ditemukan ketidaksesuaian tata guna lahan pada pembangunan kawasan permukiman Tallasa City terhadap eksistensi kawasan industri di Kota Makassar yang tidak sejalan dengan Perda Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2024 tentang RTRW 2024-2043. Kondisi faktual di lapangan terindikasi melanggar standar jarak minimum dua kilometer sebagaimana disebutkans dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 40/M-IND/PER/6/2016. Temuan terkait pelanggaran tata ruang ini telah dikonfirmasi kebenarannya melalui data wawancara bersama Dinas Tata Ruang Kota Makassar. (2) Dampak pembangunan kawasan permukiman di Tallasa City terhadap eksistensi kawasan industri di Kota Makassar dapat menimbulkan faktor yang bisa berdampak terhadap lingkungan dan pembangunan perumahan di Tallasa City, Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2024 menawarkan solusi mitigasi berupa kewajiban membangun sabuk hijau (green belt) sebagai zona penyangga wajib antara kawasan industri dan permukiman yang berbatasan langsung, guna meredam dampak negatif dari kedekatan kedua kawasan tersebut. Kesimpulan: Dalam proses perencanaan tata ruang harus disusun dengan mempertimbangkan dan memperhatikan banyak aspek sehingga menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan dapat diimplementasikan dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Alih fungsi, Dampak perubahan, Kawasan industri, Kawasan pemukiman, Tata Ruang. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 01:41 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 01:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56639 |
