SEBARAN DAN TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) DAN KADMIUM (Cd) PADA TANAH DI KAWASAN SMELTER NIKEL KABUPATEN BANTAENG = DISTRIBUTION AND LEVEL OF HEAVY METAL CONTAMINATION OF NICKEL (Ni) AND CADMIUM (Cd) IN SOIL IN THE NICKEL SMELTER AREA OF BANTAENG REGENCY


RIFANRITA, FARADIZA (2026) SEBARAN DAN TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) DAN KADMIUM (Cd) PADA TANAH DI KAWASAN SMELTER NIKEL KABUPATEN BANTAENG = DISTRIBUTION AND LEVEL OF HEAVY METAL CONTAMINATION OF NICKEL (Ni) AND CADMIUM (Cd) IN SOIL IN THE NICKEL SMELTER AREA OF BANTAENG REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
G051221020-t1nNlXMfoH6v83Wr-20260405155339.jpg

Download (78kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G051221020-1-2.pdf

Download (475kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G051221020-dp.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G051221020-fillll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Peningkatan aktivitas industri smelter nikel di Kabupaten Bantaeng menimbulkan potensi akumulasi logam berat pada tanah, yang berdampak pada terganggunya kualitas tanah dan lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan sebaran konsentrasi serta menilai tingkat pencemaran logam berat Nikel (Ni) dan Kadmium (Cd) pada tanah. Metode. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pajukukang dengan metode survei lapangan, pengambilan sampel pada 10 titik menggunakan metode simple random sampling, serta analisis laboratorium menggunakan AAS (Atomic Absrotption Spectrophotometry) untuk menentukan kadar Ni dan Cd. Hasil. Konsentrasi Ni pada tanah berada pada rentang 16,984–51,197 mg/kg dengan nilai rata-rata 29,715 mg/kg, sedangkan konsentrasi Cd berada pada rentang 0,006–0,024 mg/kg dengan rata-rata 0,012 mg/kg. Nilai Ni di titik 3 melebihi baku mutu (51,197 mg/kg), sementara semua titik Cd berada jauh di bawah baku mutu 2 mg/kg. Pola distribusi konsentrasi menunjukkan bahwa nilai Ni dan Cd cenderung lebih tinggi pada titik yang berjarak <600 meter dari smelter, kemudian menurun pada jarak >1.000 meter. Nilai Indeks Geoakumulasi (Igeo) untuk Ni berkisar antara –0,551 hingga – 2,142 dan Cd antara –7,463 hingga –8,965, yang seluruhnya berada dalam kategori “tidak tercemar”. Hasil Contamination Factor (Cf) menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memiliki tingkat kontaminasi rendah (CF<1), kecuali titik 3 untuk Ni dengan kategori “sedang” (CF=1,024). Kesimpulan. Pola sebaran logam berat nikel (Ni) dan Kadmium (Cd) pada tanah di wilayah penelitian memiliki pola yang tidak merata. Nilai Indeks Geoakumulasi (Igeo) untuk kedua logam berada pada kategori “tidak tercemar”, sedangkan nilai Contamination Factor (Cf) menunjukkan tingkat kontaminasi “rendah” di seluruh titik, kecuali titik 3 untuk Ni yang berada pada kategori “sedang”.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Logam berat; Nikel; Kadmium; Smelter; Pencemaran Tanah.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 09 Jul 2026 03:27
Last Modified: 09 Jul 2026 03:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56448

Actions (login required)

View Item
View Item