RAHMAN, NURMALASARI (2026) SIMULASI KONDISIONAL GEOSTATISTIK UNTUK PEMODELAN ELEVASI TOP ZONA BLUEZONE PADA BLOK “X” PT. CERIA NUGRAHA INDOTAMA, KECAMATAN WOLO, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA = GEOSTATISTICAL CONDITIONAL SIMULATION FOR MODELING THE TOP ELEVATION OF THE BLUEZONE IN BLOCK “X” PT. CERIA NUGRAHA INDOTAMA, WOLO DISTRICT, KOLAKA REGENCY, SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D061211029-w2UngOPWoJVLuei1-20260423111352.jpg
Download (380kB)
D061211029-1-2.pdf
Download (1MB)
D061211029-dp.pdf
Download (189kB)
D061211029-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 May 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Endapan nikel laterit memiliki sebaran spasial yang kompleks sehingga diperlukan pendekatan geostatistik untuk memodelkan kondisi geologi bawah permukaan secara lebih representatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan simulasi kondisional geostatistik dengan metode sequential gaussian simulation (SGS) untuk memodelkan elevasi top bluezone pada blok X PT. Ceria Nugraha Indotama, kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan berupa 210 titik bor dengan variabel koordinat X,Y dan elevasi z_bot_ore. Tahapan penelitian meliputi validasi data, transformasi normal score, analisis dan fitting variogram, pembuatan grid pemodelan, simulasi SGS sebanyak 100 realisasi, back transformation, pembuatan peta mean, variance, probability, serta validasi model menggunakan RMSE, MAE, dan R². Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SGS mampu menghasilkan model elevasi top Bluezone yang realistis dan mempertahankan variabilitas spasial data. Dari 100 realisasi, diperoleh best realization pada realisasi ke-97 dengan nilai RMSE sebesar 9,53 meter, MAE sebesar 7,96 meter, dan R² sebesar 0,973. Peta mean memberikan representasi rata-rata model yang dapat dijadikan baseline, peta variance menunjukkan distribusi ketidakpastian spasial dengan nilai tinggi pada area yang jauh dari titik bor, sedangkan peta probability menggambarkan peluang suatu lokasi memenuhi kriteria elevasi Bluezone. Dengan demikian, metode SGS tidak hanya menghasilkan model spasial yang akurat, tetapi juga memberikan informasi ketidakpastian yang dapat dimanfaatkan untuk eksplorasi lanjutan, delineasi ore–waste, serta perencanaan tambang nikel laterit.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nikel laterit, Bluezone, Geostatistik, Sequential Gaussian Simulation (SGS), Variogram, Pemodelan spasial. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Geologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 06:20 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 06:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56355 |
