DARWIS, FITRI RAHMADANI (2026) PENGARUH EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL TENAGA KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BATARA SIANG KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN = THE EFFECT OF THE EFFECTIVENESS OF INTERPERSONAL COMMUNICATION OF PHARMACEUTICAL PERSONNEL ON THE LEVEL OF UNDERSTANDING OF OUTPATIENTS AT RSUD BATARA SIANG PANGKAJENE AND KEPULAUAN DISTRICTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E022241002-HubMU9nODvRgLsth-20260312133538.jpg
Download (431kB) | Preview
E022241002-1-2.pdf
Download (529kB)
E022241002-dp.pdf
Download (245kB)
E022241002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 March 2028.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Perubahan paradigma pelayanan kefarmasian dari berorientasi pada obat menuju berorientasi pada pasien menuntut tenaga kefarmasian memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang efektif. Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman informasi obat dan menurunkan kepatuhan pasien terhadap terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana efektivitas komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian berpengaruh terhadap tingkat pemahaman pasien terhadap informasi obat di RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian, tingkat pemahaman pasien terhadap informasi obat, hubungan antara keduanya, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sebanyak 10.821 pasien rawat jalan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang disusun berdasarkan teori komunikasi interpersonal DeVito yang meliputi keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, serta indikator pemahaman pasien menurut taksonomi Bloom. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson, Spearman’s Rho, dan regresi linear berganda. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian berada pada kategori sangat baik, dengan skor keterbukaan 93,61%, empati 93,52%, dukungan 94,21%, sikap positif 95,25%, dan kesetaraan 97,02%. Tingkat pemahaman pasien terhadap informasi obat berada pada kategori baik hingga sangat baik. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat pemahaman pasien (r = 0,301; p < 0,001), dan hasil regresi linear berganda memperlihatkan bahwa faktor demografis pasien tidak berpengaruh signifikan (R² = 0,022; p > 0,05), sementara frekuensi konsultasi berpengaruh signifikan (B = 0,700; p = 0,031). Kesimpulan. Komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman pasien. Komunikasi yang empatik dan suportif terbukti memperkuat pemrosesan informasi obat dan meningkatkan perilaku kepatuhan pasien terhadap terapi. Dengan demikian, tenaga kefarmasian berperan penting sebagai agen perubahan perilaku kesehatan melalui komunikasi interpersonal yang efektif.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Interpersonal, Tenaga Kefarmasian, Pemahaman Pasien, Pelayanan Farmasi, Elaboration Likelihood Model. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:08 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56223 |
