Mattengnga, Muh. Akhlaqul Karim (2026) Representasi Problematika Manusia di Abad Modern dalam Album Hits Kitsch Karya FSTVLST = The Representation of Human Problems in the Modern Age in FSTVLST’s Album Hits Kitsch. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E021191066-m8q6jdfE4AVI19Lv-20260306144039.png
Download (146kB) | Preview
E021191066-1-2.pdf
Download (381kB)
E021191066-dp.pdf
Download (187kB)
E021191066-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 January 2028.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
MUH. AKHLAQUL KARIM MATTENGANGA. Representasi Problematika Manusia di Abad Modern dalam Album Hits Kitsch Karya FSTVLST (dibimbing oleh Nosakros Arya). Skripsi: Program S-1 Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam empat lagu terpilih dari album Hits Kitsch karya FSTVLST, yaitu “Orang-Orang di Kerumunan,” “Hujan Mata Pisau,” “Hal-Hal Ini Terjadi,” dan “Hari Terakhir Peradaban.” Selain itu, penelitian ini juga menelaah makna visual sampul album sebagai bagian integral dari pesan komunikasi musik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang kemudian diinterpretasikan melalui perspektif teori Jean Baudrillard tentang masyarakat konsumsi dan simulacra. Data primer berupa teks lirik dan elemen visual album, sementara data sekunder diperoleh dari artikel media, wawancara dengan personel FSTVLST, dan literatur terkait budaya populer. Pemilihan lagu dilakukan secara purposive berdasarkan relevansi tematik dengan problematika sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FSTVLST melalui Hits Kitsch merepresentasikan krisis eksistensial manusia modern dalam konteks sosial, moral, dan spiritual. “Orang-Orang di Kerumunan” menggambarkan alienasi di tengah homogenitas massa; “Hujan Mata Pisau” menyoroti ancaman post-truth dan politik ketakutan; “Hal-Hal Ini Terjadi” mengkritik dehumanisasi digital dan budaya instan; sedangkan “Hari Terakhir Peradaban” memperlihatkan dekadensi moral dan relasi kuasa berbasis gender. Sementara itu, visual sampul album dengan tipografi kasar dan warna kontras berfungsi sebagai simbol anti-estetika yang menolak kepalsuan budaya industri musik modern. Temuan ini mengonfirmasi pandangan Jean Baudrillard tentang masyarakat simulacra, di mana tanda-tanda dan citra palsu mendominasi kesadaran manusia. FSTVLST hadir untuk membongkar kepalsuan tersebut melalui musik yang kritis, reflektif, dan penuh kesadaran sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika, Roland Barthes, Jean Baudrillard, Hits Kitsch, FSTVLST |
| Subjects: | M Music and Books on Music > ML Literature of music |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:58 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56195 |
