Intervensi Teh Daun Kelor Dalam Aksi Bergizi Pada Pola Makan, Status Gizi, dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Kabupaten Banggai = The Intervention of Moringa Leat Tea in The Nutritious Action Programme on the Nutritional Status and Haemoglobin Levels in Adolscent Girls in Banggai Distric


AWALIAH, NUR (2026) Intervensi Teh Daun Kelor Dalam Aksi Bergizi Pada Pola Makan, Status Gizi, dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Kabupaten Banggai = The Intervention of Moringa Leat Tea in The Nutritious Action Programme on the Nutritional Status and Haemoglobin Levels in Adolscent Girls in Banggai Distric. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K042232007-P5WfuhwricG3v2Zm-20260312205900.jpg

Download (77kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K042232007-1-2.pdf

Download (529kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K042232007-dp.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K042232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK NUR AWALIAH. “Intervensi Teh Daun Kelor Dalam Aksi Bergizi pada Pola Makan, Status Gizi, dan Kadar Hemolgobin Remaja Putri di Kabupaten Banggai” (dibimbing oleh Veni Hadju dan Healty Hidayanty) Latar Belakang. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi terutama anemia. Intervensi gizi dan pangan fungsional menjadi salah satu strategi dalam pencegahan anemia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efek teh daun kelor dan multiple micronutrient supplement (MMS) pada pola makan, status gizi, dan kadar hemoglobin. Metode. Menggunakan penelitian eksperimental : teh daun kelor 2,5 g per minggu (TK, n=42) dan MMS satu tablet per minggu (MS, n=41). Intervensi selama 12 minggu dilaksanakan di sekolah dalam program “Aksi Bergizi”. Pola Makan dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Status Gizi dinilai menggunakan antropometri. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hemocue 301. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil. Mayoritas usia 15–16 tahun (69% TK; 75,6% MMS). Terlihat pola makan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok teh daun kelor dan MMS pada perubahan konsumsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, dan buah (p < 0,05), sedangkan konsumsi lauk nabati tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Status gizi berdasarkan Z-Score IMT/U meningkat lebih besar pada kelompok teh daun kelor, dari −0,52 ± 1,43 menjadi 0,63 ± 0,83 (peningkatan 1,15 SD), dibandingkan dengan kelompok MMS yang meningkat dari −0,91 ± 1,22 menjadi −0,41 ± 1,04 (peningkatan 0,5 SD). Perbandingan kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai (p < 0,05). Demikian pula, Kadar hemoglobin meningkat lebih besar pada kelompok teh daun kelor, dari 11,5 ± 1,02 g/dL menjadi 13,1 ± 0,87 g/dL (peningkatan 1,6 g/dL), dibandingkan dengan kelompok MMS yang meningkat dari 11,6 ± 0,87 g/dL menjadi 12,5 ± 0,85 g/dL (peningkatan 0,9 g/dL). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai (p < 0,05). Kesimpulan. Teh daun kelor dan MMS dalam program “Aksi Bergizi” di sekolah efektif memperbaiki pola makan, meningkatkan status gizi, dan meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri di Kabupaten Banggai.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: teh daun kelor, MMS, pola makan, status gizi, kadar hemoglobin, remaja putri.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 May 2026 03:27
Last Modified: 25 May 2026 03:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55934

Actions (login required)

View Item
View Item