PENGARUH INTERVENSI METODE MARYAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN, KADAR HORMON KORTISOL, INTENSITAS NYERI, DAN LAMA PERSALINAN KALA I DAN KALA II = The Effect of Maryam's Late Treatment Methods on Anxiety Levels, Cortisol Levels, Pain Intensity, and Duration of Labor in Stage I and Stage II


AMNA, ANDI MUTMAINNATUL (2026) PENGARUH INTERVENSI METODE MARYAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN, KADAR HORMON KORTISOL, INTENSITAS NYERI, DAN LAMA PERSALINAN KALA I DAN KALA II = The Effect of Maryam's Late Treatment Methods on Anxiety Levels, Cortisol Levels, Pain Intensity, and Duration of Labor in Stage I and Stage II. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P102241013-pdFA6yzYgfx1VB72-20260227110618.jpg

Download (351kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P102241013-1-2.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P102241013-dp.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
P102241013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 May 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi proses persalinan, memperpanjang durasi persalinan, dan meningkatkan intensitas nyeri Tujuan : Menganalisis pengaruh intervensi metode maryam terhadap tingkat kecemasan, kadar hormon kortisol ,intensitas nyeri, dan lama persalinan kala I dan II. Metode: quasy eksperimen pretest dan postest design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling menggunakan rumus Slovin jumlah sampel sebanyak 20 orang dibagi dua kelompok yakni kelompok intervensi 10 orang dan kelompok kontrol 10 orang dimana semua nomor antrian ganjil dimasukkan dalam kelompok intervensi dan semua nomor antrian genap dimasukkan kedalam kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi dianjurkan untuk menerapkan metode maryam berupa gerakan pelvic rocking sejak usia kehamilan 36 minggu 2 kali sehari, durasi 10 menit dan saat inpartu kala I sebanyak 2 kali selama 10 menit, dan saat inpartu kala II sebanyak 2 kali durasi 10 menit . Kelompok kontrol tidak melakukan gerakan seperti pada kelompok intervensi dan dimonitoring untuk tidak melakukan senam yoga pada masa kehamilan. Data yang dikumpulkan berupa Tingkat kecemasan menggunakan kuisioner GAD-7, kadar hormon kortisol saliva menggunakan Kit Elisa Kortisol Diagnostic Biochem Canada, intensitas nyeri menggunakan lembar observasi skala nyeri (NSR) dan lama persalinan menggunakan lembar observasi, Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Pada kelompok yang mendapatkan intervensi, skor kecemasan berdasarkan kuesioner GAD-7 menurun dari rata-rata 12,2 (kategori sedang) menjadi 6,1 (kategori ringan) dengan nilai p = 0,002. Kadar hormon kortisol dalam saliva juga mengalami penurunan signifikan dari rata-rata 21 mcg/dL menjadi 11 mcg/dL (p = 0,005). Tingkat nyeri menurun dari rata-rata skor 6 menjadi 2 (p = 0,002). Selain itu, durasi persalinan kala I pada kelompok intervensi lebih singkat 5 jam dibanding kelompok kontrol (p = 0,001), dan persalinan kala II lebih cepat 24 menit dari kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Maryam dapat menjadi strategi efektif dalam mengurangi kecemasan, kadar hormon kortisol, intensitas nyeri, dan mempercepat proses persalinan pada ibu primigravida. Kesimpulan intervensi metode Maryam mampu mengurangi kecemasan, menurunkan kadar hormon kortisol, mengurangi intensitas nyeri, dan mempercepat proses persalinan kala I dan kala II.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Metode Maryam, Kecemasan, Hormon Kortisol, Nyeri, Lama Persalinan Kala I dan Kala II
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 May 2026 06:42
Last Modified: 11 May 2026 06:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55796

Actions (login required)

View Item
View Item