KINERJA NILAI KALOR PRODUK BIOMASSA LIMBAH AMPAS SAGU SEBAGAI MATERIAL CO-FIRING BATUBARA = CALORIFIC VALUE PERFORMANCE OF SAGO DREGS BIOMASS PRODUCTS AS COAL CO-FIRING MATERIAL


MILEN, YUKE (2026) KINERJA NILAI KALOR PRODUK BIOMASSA LIMBAH AMPAS SAGU SEBAGAI MATERIAL CO-FIRING BATUBARA = CALORIFIC VALUE PERFORMANCE OF SAGO DREGS BIOMASS PRODUCTS AS COAL CO-FIRING MATERIAL. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P032241003-qOrcz6Cbt4LZi8UM-20260302131045.jpg

Download (380kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P032241003-1-2.pdf

Download (822kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P032241003-dp.pdf

Download (262kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
P032241003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Kebutuhan energi global didominasi oleh batubara sebagai sumber energi utama berbagai sektor industri, meskipun penggunaannya menghasilkan emisi yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Co-firing biomassa dan batubara menjadi strategi mitigasi potensial, namun biomassa mentah memiliki kelemahan seperti kadar air dan abu tinggi serta nilai kalor rendah yang menyebabkan slagging dan fouling. Pirolisis dapat meningkatkan kualitas biomassa menjadi biochar dengan kadar air rendah dan karbon tetap tinggi, namun kerapatan energi dan nilai kalornya masih di bawah batubara. Untuk itu, dikembangkan bahan bakar padat biocoke hybrid (BCH) dari kombinasi biochar dan bio-oil hasil pirolisis guna menghasilkan bahan bakar dengan sifat termal dan mekanik menyerupai batubara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan bakar padat berbasis limbah sagu melalui pembuatan biocoke hybrid dan mengevaluasi karakteristik termal serta kualitas energinya pada berbagai rasio pencampuran dengan batubara sub-bituminus. Penelitian ini memanfaatkan ampas sagu dari Sulawesi Tenggara sebagai bahan baku utama yang diolah menjadi pelet (AS), biochar (BC), dan biocoke hybrid (BCH), kemudian diblending dengan batubara sub-bituminus asal Kalimantan Tengah pada tujuh rasio (10:0, 9:1, 7:3, 1:1, 3:7, 1:9, 0:10). Hasil menunjukkan performa bahan bakar meningkat seiring dengan bertambahnya fraksi batubara dalam campuran. Produk ASB memiliki nilai kalor terendah 4.155 cal/g akibat tingginya kadar air dan abu, BCB memperlihatkan peningkatan sebesar 5.898 cal/g dengan kandungan karbon tetap lebih dari 55 wt%, meskipun kerapatan energinya masih rendah. Sebaliknya, BCHB menunjukkan performa optimal dengan nilai kalor 6.924–7.108 cal/g, kadar air 4–9 wt%, dan karbon tetap 54–68 wt%. Rasio 1:1 (BCHB-4) merupakan formulasi terbaik dengan nilai kalor 6.924 cal/g, kandungan karbon tetap 63,17 wt%, dengan kerapatan 1,819 g/cm³. Kombinasi ini menunjukkan keseimbangan optimal antara efisiensi energi, kestabilan termal dan karakteristik fisik menyerupai batubara sub-bituminus, baik sebelum atau setelah blending. BCH berbasis ampas sagu berpotensi menjadi substitusi batubara yang kompetitif, mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: co-firing, ampas sagu, biochar, biocoke hybrid, batubara, energi terbarukan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 05 May 2026 06:23
Last Modified: 05 May 2026 06:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55687

Actions (login required)

View Item
View Item