SARABITI, ABDUL GAFUR R. (2026) Kontestasi Wacana Pembangunan Objek Pariwisata Awololong (Studi Kasus Grup Facebook BLN LEMBATA dan INI BARU LEMBATA!) = The Contestation Of Tourism Development Discourse In Awololong (A Case Study Of The Facebook Groups BLN LEMBATA And INI BARU LEMBATA!). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F062231001-kuBh5F01QGbMSejn-20260312165432.jpeg
Download (79kB) | Preview
F062231001-1-2.pdf
Download (1MB)
F062231001-dp.pdf
Download (388kB)
F062231001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis kontestasi wacana pembangunan pariwisata Awololong melalui praktik artikulasi. Kajian ini berupaya membaca dinamika pertarungan antarwacana yang mengiringi pembangunan objek pariwisata di Pulau Awololong, Kabupaten Lembata, dengan menelaah perebutan makna melalui pernyataan, penjelasan dan diskusi melalui unggahan dan komentar di grup Facebook BLN LEMBATA dan INI BARU LEMBATA!. Penelitian ini menggunakan teori wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe, khususnya konsep artikulasi, antagonisme, hegemoni, serta pembentukan subjek dan subjek kolektif (the people), sebagai perangkat analitis untuk menjelaskan proses kontestasi wacana yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif dengan pendekatan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, wacana urgensi pembangunan pariwisata Awololong berfungsi sebagai basis legitimasi kebijakan, yang diartikulasikan melalui penanda peningkatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan. Kedua, wacana penolakan melakukan artikulasi terhadap makna pembangunan, pariwisata, dan Awololong dengan menyoroti risiko desakralisasi legenda Awololong, ketimpangan ekonomi, prosedur pembangunan yang bermasalah, dan risiko ekologis karena ketiadaan dokumen lingkungan. Ketiga, wacana pembangunan bersyarat muncul sebagai jalan tengah untuk menjembatani antagonisme antara wacana urgensi pariwisata dan wacana penolakan. Keempat, kontestasi wacana turut membentuk beragam posisi subjek dalam rangka mengamankan kepentingan idologi dan politik masing-masing subjek. Kelima, dalam dinamika tersebut, subjek penolak pembangunan pariwisata Awololong cenderung menjadi hegemonik melalui pembentukan subjek kolektif, yang merepresentasikan diri sebagai masyarakat Lembata kebanyakan dan berhasil menyatukan berbagai tuntutan ke dalam kehendak bersama
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pariwisata Awololong, artikulasi, antagonisme, hegemoni, Laclau dan Mouffe. |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 01:33 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 01:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55463 |
