RESPON FISIOLOGIS DAN TINGKAH LAKU IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRESS YANG DIBERI BAHAN ANESTESI BUBUK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) = Physiological And Behavioral Responses Of Stressed Nile Fish (Oreochromis niloticus) Given Anesthetic Substances Of Bandotan Leaf Powder (Ageratum conyzoides)


AMANY, AMIRAH IZZAH (2026) RESPON FISIOLOGIS DAN TINGKAH LAKU IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRESS YANG DIBERI BAHAN ANESTESI BUBUK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) = Physiological And Behavioral Responses Of Stressed Nile Fish (Oreochromis niloticus) Given Anesthetic Substances Of Bandotan Leaf Powder (Ageratum conyzoides). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L012241011-Cover.jpg

Download (611kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L012241011-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (521kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L012241011-dp(FILEminimizer).pdf

Download (329kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L012241011-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 15 April 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AMIRAH IZZAH AMANY. L012241011. Respon Fisiologis Dan Tingkah Laku Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Stress Yang Diberi Bahan Anestesi Bubuk Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) (dibimbing oleh Muhammad Iqbal Djawad dan Hasni Yulianti Azis). Latar belakang Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki prospek usaha yang cukup baik perkembangannya di Indonesia. Menurut data statistik KKP, produksi ikan nila pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebanyak 516.502 ton dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 43.655.663 ton. Tujuan Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran bubuk daun bandotan dalam perubahan bukaan operkulum, kadar kortisol dan histologi kerusakan jaringan sebagai bahan anestesi. Metode Metode penelitian yaitu Eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dengan masing – masing empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan bahan anestesi bubuk daun bandotan menggunakan dosis: B0 : 0 g/L, B1 : 0,5 g/L, B2 : 1,0 g/L, B3 : 1,5 g/L. Jenis ikan uji yang digunakan yaitu nila sultana berjumlah 2.400 ekor dan berukuran panjang 4 ± 1 cm. Paramater uji yang diamati yaitu tingkah laku ikan (bukaan operkulum) dan respon fisiologis (kadar kortisol dan histologi kerusakan jaringan). Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukaan operkulum (perlakuan kontrol memiliki jumlah rata – rata bukaan operkulum sebanyak 79 kali, perlakuan 0.5 g/L sebanyak 75 kali, perlakuan 1 g/L sebanyak 68 kali, dan perlakuan 1,5 g/L sebanyak 94 kali), kadar kortisol (perlakuan kontrol menunjukkan rata-rata sebanyak 0.2049 ng/g, perlakuan 0.5 g/L sebanyak 0.3887 ng/g, perlakuan 1 g/L sebanyak 0.3825 ng/g, dan perlakuan 1,5 g/L sebanyak 0.5435 ng/g.) dan gambaran histologi kerusakan jaringan (edema, fusi, hipertopi, dan hiperplasia) dari semua parameter hasil tertinggi dan terdapat pada dosis 1,5 g/L. Kesimpulan Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan dosis daun bandotan setiap penambahan 0.2019 g/L akan menaikkan kadar kortisol dalam feses sebesar 0.2284 ng/ml. Hasil ini terkonfirmasi pada kerusakan jaringan insang yang di beri dosis daun badotan yang lebih tinggi dari 0.5 g/L mengalami kerusakan jaringan insang berupa fusi hingga edema insang dan hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan dosis daun bandotan setiap penambahan 7.45 g/L akan menaikkan bukaan operkulum 73.84 kali/menit.

Keyword : Nila; transportasi; bandotan; fisiologis; tingkah laku.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Tilapia; transportation; bandotan; physiological; behavior.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Apr 2026 03:23
Last Modified: 22 Apr 2026 03:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55305

Actions (login required)

View Item
View Item