PENANGANAN KASUS PODODERMATITIS PADA GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI BALI ZOO = CASE MANAGEMENT OF PODODERMATITIS IN SUMATRAN ELEPHANT (Elephas maximus sumatranus) AT BALI ZOO


SAFRIYANI, ALIFIAH (2026) PENANGANAN KASUS PODODERMATITIS PADA GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI BALI ZOO = CASE MANAGEMENT OF PODODERMATITIS IN SUMATRAN ELEPHANT (Elephas maximus sumatranus) AT BALI ZOO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
C024241044-tKDdmITYNxbJWeO4-20260123011449.jpeg

Download (78kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241044-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241044-dp.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C024241044-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pododermatitis merupakan peradangan pada jaringan kulit dan kuku yang sering terjadi pada satwa besar seperti gajah, terutama pada hewan yang hidup di penangkaran. Tujuan laporan ini adalah menggambarkan proses diagnosis dan penanganan kasus pododermatitis pada gajah di penangkaran serta menekankan pentingnya perbaikan faktor lingkungan. Metode yang dilakukan meliputi sinyalemen, anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lanjutan dan penanganan. Kasus ini terjadi pada seekor gajah betina Sumatera bernama Lola yang dipelihara di Bali Zoo, di mana ditemukan tanda-tanda pododermatitis akibat kondisi lingkungan dan tekanan mekanis berulang pada kuku. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya retakan pada permukaan palmar yang meluas hingga ke dinding kuku bagian lateral, disertai hemoragi dan penebalan pada lapisan internal kuku di bawah lapisan keratin. Pemeriksaan sitologi mengidentifikasi bakteri gram positif berbentuk kokus, yang menyerupai morfologi dari Staphylococcus spp. Diagnosis ditegakkan sebagai pododermatitis kronis dengan prognosis fausta namun berisiko relaps. Penanganan dilakukan melalui pembersihan luka, hoof trimming, perendaman dengan larutan chlorhexidine encer, aplikasi krim Enbatic® yang mengandung Bacitracin zinc dan Neomycin sulfate, serta penyemprotan oksitetrasiklin (Limoxin-25®). Kesimpulan dari kasus ini menunjukkan bahwa penanganan medis dan korektif memberikan perbaikan lokal pada lesi, namun pencegahan kekambuhan memerlukan perawatan kaki rutin, perbaikan substrat kandang agar lebih lunak dan kering, serta monitoring kesehatan kuku secara berkala.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Bakteri, Gajah Sumatera, Pododermatitis, kuku
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Apr 2026 06:07
Last Modified: 15 Apr 2026 06:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55157

Actions (login required)

View Item
View Item