SYAKIR, ANNISA IKA NURRAHMAYANTI (2024) PENGARUH UKURAN KISTA ENDOMETRIOSIS TERHADAP KADAR AMH SEBELUM DAN SESUDAH OPERASI KISTEKTOMI = THE EFFECT OF ENDOMETRIOSIS CYST SIZE ON AMH LEVELS BEFORE AND AFTER CYSTECTOMY SURGERY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C055202006-GmP4YMeVEiyJNIc2-20250516213059.jpg
Download (561kB) | Preview
C055202006-1-2.pdf
Download (930kB)
C055202006-dp.pdf
Download (92kB)
C055202006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 September 2026.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ANNISA IKA N. S. Pengaruh Ukuran Kista Endometriosis Terhadap Kadar AMH Sebelum Dan Sesudah Operasi Kistektomi. (dibimbing oleh Nusratuddin Abdullah, Elizabet C. Jusuf, Firdaus Hamid, Fatmawaty Madya, Samrichard Rambulangi). Endometrioma ovarium, umumnya disebut sebagai kista endometriosis, adalah kondisi ginekologi yang lazim terjadi pada wanita usia reproduksi. Kista ini dikaitkan dengan gejala-gejala seperti nyeri panggul, infertilitas, dan berkurangnya cadangan ovarium. Kistektomi adalah pengobatan pilihan untuk menangani kista endometriosis pada pasien infertilitas untuk meningkatkan angka kehamilan kumulatif; namun, tindakan ini diketahui dapat menyebabkan penurunan cadangan ovarium. Pengaruh kistektomi terhadap cadangan ovarium, khususnya yang diukur dengan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH), masih menjadi bahan perdebatan yang terus berlanjut, dengan faktor-faktor seperti ukuran kista dan lateralisasi yang berpotensi memengaruhi kadar AMH. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) dan menilai dampak kistektomi ovarium, dengan fokus pada efek ukuran kista dan lateralisasi. Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif. Pengambilan sampel secara berurutan digunakan untuk memilih pasien berusia 19-35 tahun dengan kista endometriosis yang dikonfirmasi dengan USG. Sampel terdiri dari 46 wanita dengan kista endometriosis yang menjalani kistektomi unilateral atau bilateral. Semua peserta tidak pernah menjalani operasi ginekologi sebelumnya dan belum pernah menerima pengobatan kesuburan. Kadar AMH dinilai sebelum operasi dan satu bulan setelah operasi dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Penelitian ini menemukan perbedaan yang signifikan dalam kadar AMH antara pengukuran sebelum dan sesudah operasi (p<0,05) pada pasien dengan kista endometriosis. Rata-rata penurunan AMH adalah 1,25 ng/ml. Penurunan kadar AMH lebih nyata pada kasus dengan kista bilateral (40,62%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara ukuran kista dan kadar AMH (p>0,05) sebagai faktor risiko pada wanita dengan kista endometriosis. Kesimpulannya, kistektomi ovarium berdampak buruk pada cadangan ovarium, yang dibuktikan dengan penurunan kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) yang bersirkulasi pasca operasi. Prosedur kistektomi harus diputuskan dengan hati-hati karena AMH yang rendah menunjukkan berkurangnya harapan hidup reproduksi, terutama pada kasus bilateral.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ovarium, Kistektomi, Hormon Anti-Mullerian, Kista Endometriosis |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Obstetri Dan Ginekologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:12 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54880 |
