PUTRI, DHELA KIRANI (2025) Ragam Hias Kompleks Makam We Tenrileleang dan Kompleks Makam Petta Pallase-lase'e Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (Studi Komparasi) = Complex Decorative Patterns of We Tenrileleang Tomb Complex and Petta Pallase-lase'e Tomb Complex, Barru Regency, South Sulawesi (Comparative Study). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F071201031-AufaFyv72dlXj4JO-20260120130623.jpeg
Download (153kB) | Preview
F071201031-1-2.pdf
Download (475kB)
F071201031-dp.pdf
Download (394kB)
F071201031-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Dhela Kirani Putri: “Ragam Hias Kompleks Makam We Tenrileleang Dan Makam Petta Pallase-Lase’e Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (Studi Komparasi)” dibimbing oleh Rosmawati dan Khadijah Tahir Muda Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan bentuk serta ragam hias yang terdapat pada Kompleks Makam We Tenrileleang dan Kompleks Makam Petta Pallase’-lase’e di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Melalui studi ini diharapkan dapat diungkap makna simbolik serta latar belakang budaya yang melandasi perbedaan dan persamaan bentuk makam pada kedua kompleks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode arkeologi, yang meliputi tahap pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara dengan narasumber terkait pelestarian situs makam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kompleks makam memiliki kesamaan dalam penggunaan jirat bertipe teras berundak dan nisan berbentuk balok, yang menggambarkan status sosial dan kedudukan spiritual tokoh yang dimakamkan. Namun, terdapat pula perbedaan mencolok dalam aspek ragam hias. Kompleks Makam We Tenrileleang lebih menonjolkan pengaruh tradisi pra-Islam, dengan keberadaan nisan tipe silindrik dan ornamen flora serta geometris sederhana. Sementara Kompleks Makam Petta Pallase’-lase’e memperlihatkan pengaruh Islam yang lebih kuat, ditandai dengan munculnya kaligrafi Arab dan ornamen dengan teknik pahatan yang lebih halus. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bentuk dan ragam hias pada kedua kompleks makam mencerminkan proses akulturasi budaya antara tradisi lokal Bugis–Makassar dan ajaran Islam. Unsur-unsur pra-Islam tidak sepenuhnya ditinggalkan, melainkan diadaptasi menjadi simbol-simbol spiritual baru yang bernuansa Islam. Kedua situs makam ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan tokoh penting kerajaan Tanete, tetapi juga sebagai warisan budaya yang merefleksikan nilai-nilai estetika, religius, dan sosial masyarakat Barru.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Ragam hias, Makam Islam, We Tenrileleang, Petta Pallase’-lase’e, Akulturasi budaya. |
| Subjects: | P Language and Literature > PQ Romance literatures |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 01:10 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 01:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54688 |
