Putra, Rizka Azzani (2026) Galeri Seni Fotografi di Kota Bima dengan Pendekatan Arsitektur Neoklasik = Photography Art Gallery in Bima City with a Neo-Classical Architectural Approach. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D051191025-nHS0kEq3TZPFQ456-20260118052545.jpg
Download (354kB) | Preview
D051191025-1-2.pdf
Download (1MB)
D051191025-dp.pdf
Download (194kB)
D051191025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 January 2028.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Tahun 1826 ilmuan yang berasal dari Perancis yang bernama Joseph Niepce (1765-1833) berhasil menemukan prinsip pemindahan citra kepada lempeng tembaga setelah melalui proses penyinaran sehari penuh, kemudian dicuci dengan minyak lavender. Karya Niépce di bidang fotografi juga berdampak signifikan pada bidang arsitektur. Kemampuan untuk menangkap dan mereproduksi gambar secara akurat memungkinkan arsitek membuat rencana dan desain terperinci untuk bangunan, dan mendokumentasikan proses konstruksi. Fotografi juga menyediakan sarana untuk merekam dan melestarikan landmark arsitektur penting dan situs bersejarah. Di Indonesia perkembangan fotografi tampak dengan banyaknya jumlah penggemar fotografi, tumbuhnya komunitas-komunitas fotografi, serta semakin banyaknya digunakan media fotografi sebagai alat atau sarana penunjang berbagai kegiatan seperti pada media massa, bidang perdagangan, ilmu pengetahuan, hukum, pendidikan, kedokteran, dokumentasi hiburan atau seni budaya. Seiring perkembangan teknologi fotografi di Indonesia maka fotografi tidak sekedar sebagai sarana untuk mendokumentasikan kegiatan atau peristiwa saja, tetapi fotografi telah berkembang menjadi sarana dalam bidang seni sebagai alat komunikasi. Kemudian semakin banyak pula sekolah atau pelatihan fotografi yang mengajarkan para muridnya teknik-teknik dasar fotografi, seperti penguasaan kamera, penataan cahaya, dan proses cuci cetak foto Semakin populernya fotografi, maka kebutuhan akan ruang pamer atau galeri fotografi semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu adanya fasilitas pendukung yang dapat menjadi ruang para seniman fotografi di Kota Bima untuk meluangkan dan memamerkan karyanya dalam bentuk seni visual. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan merancang dan merencanakan sebuah galeri seni fotografi. Pendekatan konsep arsitektur neoklasik dipilih untuk mendesain galeri seni fotografi ini karena periode neoklasik di Eropa ditandai dengan minat baru pada seni dan arsitektur klasik, yang menekankan keseimbangan, simetri, dan keteraturan. Gerakan ini bertepatan dengan penemuan kamera, yang menjadi awal perkembangan fotografi dunia. Penerapan arsitektur neoklasik ini bertujuan sebagai pengingat dan memberikan nuansa seperti pada saat pertama kali fotografi itu ditemukan Tahun 1826 oleh seorang berkebangsaan Perancis yang bernama Joseph Niepce (1765-1833), yang dimana pada saat itu gaya arsitektur neoklasik sedang berkembang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KODEPRODI23201#TEKNIK ARSITEKTUR - S1 |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:07 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54593 |
