MUSFAIDA, MUSFAIDA (2025) MODEL PENENTUAN KENYAMANAN TERMAL RUMAH DAN KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN DI PESISIR PANTAI BERIKLIM TROPIS LEMBAB = Model for Determining the Thermal Comfort of Houses and Fishermen’s Residential Areas in Humid Tropical Coastal Climates. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D031191006-SKRIPSI-COVER.jpg
Download (278kB) | Preview
D031191006-SKRIPSI-BAB 1-2.pdf
Download (494kB)
D031191006-SKRIPSI-DAPUS.pdf
Download (19kB)
D031191006-SKRIPSI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 January 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI AHMAD FAUZAN BACHTIAR, Model Penentuan Kenyamanan Termal Rumah dan Kawasan Permukiman Nelayan di Pesisir Pantai Beriklim Tropis Lembab, (dibimbing oleh Baharuddin Hamzah, Idawarni Asmal, Nurul Jamala Bangsawan). Latar belakang. Lokasi penelitian berada di kawasan pesisir Dusun Karama Utara, Dusun Karama Tengah, dan Dusun Karama Selatan, terasa panas dan tidak nyaman beraktivitas pada siang hari. Rumah dan kawasan permukiman memiliki kenyamanan termal yang buruk, penghuni merasa tidak nyaman, dan lebih banyak berada di teras atau kolong rumah pada siang hari. Tujuan. Penelitian bertujuan mengembangkan inovasi model penentuan kenyamanan termal rumah dan kawasan permukiman nelayan di pesisir pantai beriklim tropis lembab. Metode. Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan dengan survey, kuesioner, wawancara mendalam, observasi menggunakan alat ukur termal Hobo data logger dan termohygrometer HTC-2, kamera, expert system, dan certainty factors. Teknik analisis. Menggunakan algoritma multi variant, dan spatial analysis berbasis geographic information system (GIS). Hasil. Penelitian menemukan seluruh rumah dan kawasan permukiman nelayan memiliki kenyamanan termal yang buruk >27 °C. Dusun Karama Tengah 23,36 % kurang nyaman dengan suhu 27,80 °C kelembaban relative 75,41%, dan kecepatan angin 0,37 m/s terjadi pada pukul 09:00 am (GMT +08:00), nyaman 14,02 % dengan suhu 24,72 °C kelembaban 60,06 % pada pukul 04.15 am dan 62,62 % tidak nyaman 38,79 °C pada pukul 13:30 pm. Sebanyak 34,34 % kawasan memiliki kenyamanan termal yang nyaman dengan suhu 25,19 °C dengan THI 24,99 °C, dan 65,66 % tidak nyaman dengan suhu 51,93 °C dan THI 44,84 °C terjadi pada pukul 11:00 am - 14:00 pm. Dusun Karama Utara memiliki kenyamanan termal rumah yang kurang nyaman 73,47 % dan tidak nyaman 26,53 %. Kenyamanan termal rumah 22,70 °C terjadi pada pukul 10:00 am dan 24,72 °C pada pukul 04:15 am. Puncak ketidaknyamanan 35,60 °C terjadi pada pukul 15:30 pm. Dusun Karama Selatan 27,86 % memiliki kenyamanan termal kawasan yang nyaman 25,84 °C, THI 25,31 °C kelembaban 89,95 % terjadi pada pagi hari. Sebanyak 72,84 % tidak nyaman dengan suhu 30,26 °C, kelembaban 80,02 %, dan THI 29,04 °C terjadi pada siang hari antara pukul 11:00 am - 14:00 pm (GMT+08:00). Kesimpulan. Buruknya kenyamanan termal rumah dan kawasan karena rumah menggunakan material berbobot jenis rendah yang mudah meneruskan panas, tidak menerapkan; asas kontinuitas, prinsip eco-cooler, eco-building, dan green-architecture. Saran. Oleh karena penelitian ini belum memperhitungkan tingkat penyerapan panas material rumah, tutupan lahan, dan lingkungannya, disarankan dapat dilengkapi pada penelitian berikutnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | floating dock, kapal wisata, kekuatan, metode elemen hingga |
| Subjects: | V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Perkapalan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:23 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54221 |
