MODEL PERTUMBUHAN TANAMAN PADI BERDASARKAN INDEKS VEGETASI PADA BERBAGAI METODE TANAM MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2= Rice Plant Growth Model Based on Vegetation Index in Various Planting Methods Using Sentinel-2 Imagery


ANASTASYIA S., KIKY (2025) MODEL PERTUMBUHAN TANAMAN PADI BERDASARKAN INDEKS VEGETASI PADA BERBAGAI METODE TANAM MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2= Rice Plant Growth Model Based on Vegetation Index in Various Planting Methods Using Sentinel-2 Imagery. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G041181030-POmTX1fbKsHFt0Io-20250811124719.jpg

Download (281kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G041181030-1-2.pdf

Download (328kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G041181030-dp.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G041181030-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Kiky Anastayia S. Model Pertumbuhan Tanaman Padi Berdasarkan Indeks Vegetasi Pada Berbagai Metode Tanam Menggunakan Citra Sentinel 2 (dibimbing oleh Haerani dan Daniel Useng). Latar belakang Sebagai negara agraris, Indonesia menjadikan padi sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional Indonesia. Namun, produktivitas padi masih menghadapi tantangan akibat penurunan hasil, perubahan iklim, serta kurang optimalnya metode budidaya yang digunakan petani. Saat ini, dua metode tanam yang umum digunakan adalah pindah tanam (transplanting) dan hambur benih langsung (direct seeding), masing-masing dengan karakteristik, kelebihan, dan tantangan tersendiri. Tujuan untuk memodelkan pertumbuhan tanaman padi berdasarkan indeks vegetasi NDVI dan NDRE dengan membandingkan dua metode tanam, yaitu pindah tanam dan hambur benih langsung, menggunakan data citra satelit Sentinel-2. Metode Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, ground cover, dan produksi. Pengamatan dilakukan mulai dari 31 hingga 90 Hari Setelah Tanam (HST) di Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pindah tanam memberikan pertumbuhan tanaman yang lebih optimal dibandingkan metode hambur benih langsung. Nilai indeks NDVI dan NDRE memiliki korelasi yang bervariasi terhadap parameter pertumbuhan, dengan NDVI menunjukkan akurasi yang lebih tinggi dalam menduga tinggi tanaman dan ground cover, sedangkan NDRE lebih sensitif dalam mendeteksi kandungan klorofil dan jumlah anakan pada fase vegetatif. Nilai koefisien determinasi (R²) tertinggi tercatat pada hubungan antara NDVI dan ground cover dengan metode hambur benih langsung (R² 0,7043), sementara pendugaan terbaik tinggi tanaman diperoleh dari NDVI pada metode pindah tanam dengan akurasi 90,36%. Kesimpulan Indeks NDVI lebih efektif digunakan untuk memprediksi tanaman terutama pada metode pindah tanam dengan akurasi yaitu 70,36%, sedangkan ground cover pada metode hambur langsung yaitu 70,44%. Sementara NDRE lebih sensitif terhadap jumlah anakan pada metode hambur benih langsung sekitar 28,17%. Kata kunci: tanaman padi, indeks vegetasi, NDRE, NDVI, Sentinel-2, metode tanam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: tanaman padi, indeks vegetasi, NDRE, NDVI, Sentinel-2, metode tanam.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknologi Pertanian > Teknik Pertanian
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Feb 2026 05:51
Last Modified: 20 Feb 2026 05:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53586

Actions (login required)

View Item
View Item