Naskah Lontara Warisan Istana Bantaeng Koleksi Imran Massoewalle: Tinjauan Kodikologis = Lontara Manuscripts, a Heritage of the Bantaeng Palace, Collection of Imran Massoewalle: A Codicological Review


FARADILA, ALIFATUL (2025) Naskah Lontara Warisan Istana Bantaeng Koleksi Imran Massoewalle: Tinjauan Kodikologis = Lontara Manuscripts, a Heritage of the Bantaeng Palace, Collection of Imran Massoewalle: A Codicological Review. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F021211015-Cover.jpg

Download (328kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F021211015-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (725kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F021211015-dp(FILEminimizer).pdf

Download (368kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F021211015-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 August 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini mengkaji naskah-naskah lontara warisan Kerajaan Bantaeng yang merupakan koleksi Karaeng Imran Massoewalle. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kodikologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap sejarah pengoleksian naskah-naskah tersebut, mengidentifikasi kategori naskah, dan menyajikan metadata naskah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan wawancara mendalam, penelitian ini menyajikan koleksi naskah-naskah Bantaeng yang menjadi warisan turun-temurun dalam lingkungan kerajaan Bantaeng yang berada di rumah Karaeng Imran Massoewalle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Koleksi naskah terdiri atas 171 manuskrip dengan kandungan teks keagamaan, sejarah, sastra, astrologi, surat dan ekonomi: 2) Naskah-naskah tersebut ditulis dalam bahasa Makassar, Bugis, dan Arab, menggunakan aksara Lontarak dan Arab-Melayu: 3) Upaya perawatan dilakukan secara tradisional, antara lain dengan penyelotipan manual dan penyimpanan di lemari kayu: 4) Metode tersebut belum sepenuhnya memadai untuk penyelamatan jangka panjang; 5) Penyimpanan maskah-naskah Bantaeng di rumah Karaeng Imran Massoewalle karena beliau merupakan keturunan langsung dari Raja Bantaeng terakhir yaitu Karaeng Massoewalle; 6) Program DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia) memberikan dampak signifikan terhadap pelestarian naskah melalui kegiatan digitalisasi dengan mendigitalkan 34 manuskrip pada tahun 2023.

Keyword : Naskah, Kodikologi, Kerajaan Bantaeng, Imran Massoewalle, DREAMSEA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Manuscripts, Codicology, Bantaeng Kingdom, Imran Massoewalle, DREAMSEA.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 11 Feb 2026 02:10
Last Modified: 11 Feb 2026 02:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53440

Actions (login required)

View Item
View Item