Analisis Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Tube Boiler PLTU dari Material 20G Dengan Temperatur Kerja Berbeda Setelah 11 Tahun Pengoperasian


SAPUTRA, ACHMAD AAN (2025) Analisis Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Tube Boiler PLTU dari Material 20G Dengan Temperatur Kerja Berbeda Setelah 11 Tahun Pengoperasian. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D021211089-XRsYnrfPNy7cStHb-20250320010232.jpg]
Preview
Image
D021211089-XRsYnrfPNy7cStHb-20250320010232.jpg

Download (984kB) | Preview
[thumbnail of D021211089-1-2.pdf] Text
D021211089-1-2.pdf

Download (699kB)
[thumbnail of D021211089-dp.pdf] Text
D021211089-dp.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of D021211089-fulll.pdf] Text
D021211089-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pada PLTU menggunakan boiler untuk memanaskan air menjadi uap panas (superheated steam) dengan menggunakan tube yang memiliki sifat mekanik yang baik dan tahan terhadap suhu tinggi. Kegagalan pada tube boiler sering terjadi dan menyebabkan terhentinya sistem pembangkit listrik dan berdampak pada keuntungan PLTU. Perubahan struktur mikro dan sifat mekanik pada tube boiler dapat dilihat setelah pengoperasian jangka panjang dan juga temperatur kerja yang berbeda. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat mekanik dan struktur mikro pada dua keadaan tube boiler PLTU setelah 11 tahun pengoperasian dengan temperatur kerja berbeda, serta menganalisis korelasinya. Metode. Tahapan penelitian dimulai dari 1) persiapan alat dan bahan, yaitu waterwall tube dan wingwall tube setelah 11 tahun pengoperasian ; 2) pemotongan spesimen sesuai pengujian yang akan dilakukan ; 3) pengujian metalografi dilakukan untuk mengamati struktur mikro ; 4) pengujian sifat mekanik, meliputi uji kekerasan dan uji tarik ; 5) pengujian Optical Emission Spectroscopy (OES) untuk mengetahui komposisi kimia tube ; 6) pengujian Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS) dilakukan untuk menganalisis pemetaan komposisi unsur. Hasil. Setelah 11 tahun pengoperasian, kedua tube mengalami degradasi. Degradasi lebih terjadi pada wingwall tube (570°C) dibandingkan dengan waterwall tube (350°C) baik dari struktur mikro, maupun sifat mekanik. Struktur mikro pada wingwall tube menunjukkan terjadinya proses speroidisasi, creep cavitations dan intergranular crack yang merupakan indikasi dari creep. Kesimpulan. Semakin tinggi suhu operasi, maka akan mempercepat kerusakan material dan menurunkan masa pakainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 02 Jan 2026 06:33
Last Modified: 02 Jan 2026 06:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52165

Actions (login required)

View Item
View Item