NENAR, AWLIA AMAR (2025) Hubungan Self-efficacy dengan Self-care Management Hipertensi Peserta PROLANIS di Klinik Nur Asy Syifaa Kota Makassar Tahun 2025 = The Relationship Between Self-Efficacy and Self-Care Management of Hypertension Among PROLANIS Participants at Nur Asy Syifaa Clinic Makassar City 2025. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211172-wPBGJk86sFYiMH7q-20250808073719.jpeg
Download (383kB) | Preview
K011211172-dp.pdf
Download (207kB)
K011211172-1-2.pdf
Download (604kB)
K011211172-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama kematian global, termasuk di Indonesia. Pengendaliannya yang belum optimal berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan. Pendekatan non-farmakologis seperti self-care management menjadi strategi penting dalam pengelolaan hipertensi, di mana self-efficacy memegang peran krusial terhadap keberhasilannya. Klinik Nur Asy Syifaa di Makassar, sebagai pelaksana aktif Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS), menjadi lokasi relevan untuk mengkaji hubungan antara self-efficacy dan self-care management pada penderita hipertensi. Tujuan. mengetahui hubungan antara self-efficacy dan self-care management pada peserta PROLANIS penderita hipertensi di Klinik Nur Asy Syifaa. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 106 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Spearman-rho. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi (93,4%) dan self-care management baik (75,5%). Uji Spearman-rho menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan self-care management. Analisis dimensi self-efficacy (magnitude, generality, strength) dan self-care management (integrasi diri, regulasi diri, interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah, kepatuhan) menunjukkan pola hubungan searah, meskipun tidak semuanya signifikan. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan self- care management pada penderita hipertensi. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, semakin baik perilaku self-care management dalam mengendalikan hipertensi. Peningkatan Self-efficacy direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi perilaku dalam pengelolaan hipertensi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | self-efficacy, self-care management, kronis, hipertensi. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 06:20 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 06:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52115 |
