Gambaran Kelelahan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan PLTM Salu Noling Kabupaten Luwu Tahun 2025 = Description of Work Fatigue among Workers on the Salu Noling Micro Hydro Power Plant Construction Project in Luwu Regency in 2025


GRICELLA, JESSICA AUDREY (2025) Gambaran Kelelahan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan PLTM Salu Noling Kabupaten Luwu Tahun 2025 = Description of Work Fatigue among Workers on the Salu Noling Micro Hydro Power Plant Construction Project in Luwu Regency in 2025. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K011211170-hC1fxmqcWiy28Tzt-20250818213159.png

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K011211170-1-2.pdf

Download (343kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K011211170-dp.pdf

Download (143kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K011211170-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kelelahan kerja merupakan penurunan kapasitas individu akibat aktivitas kerja yang berat, berulang, atau penuh tuntutan, dengan usia, beban kerja, lingkungan, masa kerja, gizi, dan aspek psikososial sebagai faktor penyebabnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja berdasarkan beban kerja fisik dan mental, aspek psikososial, serta masa kerja pada pekerja proyek pembangunan PLTM Salu Noling. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dan melibatkan 40 pekerja Proyek Pembangunan PLTM Salu Noling (27 orang WNI dan 13 orang WNA) melalui metode exhaustive sampling. Data dikumpulkan menggunakan fingertip pulse oximeter serta kuesioner MFI-20, COPSOQ III, dan NASA-TLX dalam bahasa Indonesia dan Mandarin. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan crosstabulation. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,5% responden mengalami kelelahan kerja. Adapun gambaran kelelahan kerja berdasarkan beban kerja fisik yaitu sebanyak 67,5% responden mengalami kelelahan kerja berat. berdasarkan beban kerja mental, ditemukan juga tingkat kelelahan berat pada responden dengan tingkat beban kerja mental berat (42%), untuk aspek psikososial, 69,2% pekerja memiliki kondisi aspek psikososial baik. Selain itu, berdasarkan masa kerja, 70,6% responden termasuk dalam kategori tidak berisiko dan mengalami kelelahan kerja berat. Kesimpulan. Kelelahan kerja pada mayoritas pekerja masih berada pada tingkat kelelahan kerja berat, dan beban kerja mental adalah faktor yang berperan paling dominan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen beban kerja mental dan intervensi guna menurunkan risiko terjadinya kelelahan kerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kelelahan Kerja; Beban Kerja; Aspek Psikososial
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 02 Jan 2026 05:54
Last Modified: 02 Jan 2026 05:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52114

Actions (login required)

View Item
View Item