AFIF, ANDI AHMAD RIZQ ZHAFRAN (2025) Hubungan Faktor Beban Kerja, Dukungan Sosial, Dan Karakteristik Individu Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Aircraft Rescue and FireFighting (ARFF) PT Angkasa Pura Indonesia Region V Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar = Workload Factors, Social Support, and Individual Characteristics Related to Work Stress among Aircraft Rescue and Firefighting (ARFF) Workers of PT Angkasa Pura Indonesia Region V Sultan Hasanuddin Airport Makassar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211103-cd2fu5UvTRztK8j0-20250815072952.jpg
Download (639kB) | Preview
K011211103-1-2.pdf
Download (292kB)
K011211103-dp.pdf
Download (159kB)
K011211103-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Pre menstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang sering dialami oleh wanita menjelang menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala PMS meliputi perubahan mood, nyeri payudara, perut kembung, sakit kepala, kelelahan, serta gangguan emosional seperti mudah marah dan cemas. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas kerja wanita. Selain itu, beberapa faktor lain seperti umur, stres kerja, pola tidur, dan pola makan juga turut memengaruhi tingkat keluhan pre menstrual syndrome yang dialami oleh perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, stres kerja, aktivitas fisik, pola tidur dan pola makan dengan keluhan pre menstrual syndrome. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan menggunakan desain cross-sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 133 perawat yang Latar Belakang: Stres kerja sering terjadi di lingkungan kerja berisiko tinggi seperti ARFF, dipengaruhi oleh beban kerja dan dukungan sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja fisik, mental, dukungan sosial, usia, masa kerja, dan status pernikahan terhadap stres kerja pada pekerja ARFF. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 75 responden menggunakan kuesioner SDS untuk mengukur stres kerja, NASA-TLX untuk mengukur beban kerja mental, dan MSPSS untuk mengukur dukungan sosial. Selain kuesioner, digunakan juga alat ukur berupa pulse oximeter LK87 untuk mengukur beban kerja fisik. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres kerja sedang (72%) dan berat (28%). Analisis menggunakan nilai p-value dengan batas signifikansi (α) sebesar 0,05 menunjukkan bahwa variabel usia (ρ = 0,026), beban kerja fisik (ρ = 0,017), beban kerja mental (ρ = 0,017), dan dukungan sosial (ρ = 0,006) berhubungan signifikan dengan stres kerja. Sementara itu, masa kerja (ρ = 0,544) dan status pernikahan (ρ = 0,641) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik, beban kerja mental, usia, dan dukungan sosial dengan tingkat stres kerja. Intervensi berbasis manajemen beban kerja dan penguatan sistem dukungan sosial di lingkungan kerja perlu dikembangkan untuk menurunkan risiko stres kerja pada pekerja ARFF.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | stres kerja, beban kerja, dukungan sosial, ARFF, Pekerja ARFF. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 05:17 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 05:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52106 |
