ARMAN, AGYM NASTIAR (2025) PENERAPAN PETA KENDALI MIXED GENERALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE-CUMULATIVE SUM (STUDI KASUS: PEMAKAIAN VOLUME AIR KOMPLEKS PERUMAHAN TONASA 1) = Application of Mixed Generally Weighted Moving Average Cumulative-Sum Control Chart (Case Study: Water Volume Usage of Tonasa 1 Housing Complex). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H051211020-f0l8JIKFmNyUkrvC-20250516000002.jpg
Download (338kB) | Preview
H051211020-1-2.pdf
Download (1MB)
H051211020-dp.pdf
Download (842kB)
H051211020-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peta kendali Cumulative Sum (CUSUM) dan Generally Weighted Moving Average (GWMA) merupakan peta kendali yang dirancang untuk mendeteksi pergeseran kecil dalam proses lebih cepat dibandingkan peta kendali klasik seperti Shewhart. Pengembangan lebih lanjut menghasilkan peta kendali Mixed Generally Weighted Moving Average-Cumulative Sum (MGC) yang menggabungkan keunggulan GWMA dan CUSUM untuk meningkatkan sensitivitas deteksi pergeseran proses. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan dan membandingkan kinerja peta kendali CUSUM, GWMA, dan MGC yang diterapkan pada data pemakaian volume air di Kompleks Perumahan Tonasa 1. Metode. Dalam penelitian ini dibentuk peta kendali CUSUM, GWMA, dan MGC pada data pemakaian volume air kompleks Perumahan Tonasa 1 tahun 2024. Tahapan analisis dilakukan dalam dua fase. Proses Fase I merupakan pembentukan peta kendali dan batas kendali menggunakan 123 sampel. Proses Fase II merupakan tahap monitoring menggunakan 61 sampel. Parameter optimal ditentukan melalui simulasi Monte Carlo dan evaluasi dilakukan berdasarkan nilai Average Run Length (ARL). Hasil. Berdasarkan hasil analisis fase I diperoleh parameter optimal batas kendali sebagai input fase II. Pada fase II, peta kendali CUSUM mendeteksi sebanyak 33 (54.1%) titik out of control, GWMA dan MGC masing-masing mendeteksi sebanyak 37 (60.66%) titik out of control. Peta kendali MGC menunjukkan nilai ARL_1 lebih kecil sehingga lebih efektif dalam mendeteksi pergeseran dibandingkan CUSUM dan GWMA. Kesimpulan. Peta kendali MGC mampu memberikan performa deteksi yang lebih efektif dibandingkan peta kendali CUSUM dan GWMA. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan peta kendali MGC lebih unggul dalam mendeteksi perubahan kecil pada data pemakaian volume air kompleks perumahan Tonasa 1.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Average Run Length; Batas Kendali; Distribusi Air; Monte Carlo, Pengendalian Kualitas; Pergeseran |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Statistika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 03:31 |
| Last Modified: | 17 Dec 2025 03:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51668 |
