Penelitian Tentang Kebudayaan Keluarga Batak Dalam Novel Ngeri-ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk = Research on Batak Family Culture in the Novel Ngeri-ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk


HENDOSYAH, MARISSA RAHMADILLAH (2025) Penelitian Tentang Kebudayaan Keluarga Batak Dalam Novel Ngeri-ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk = Research on Batak Family Culture in the Novel Ngeri-ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F091211047-Cover.jpg

Download (410kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F091211047-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (559kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F091211047-dp(FILEminimizer).pdf

Download (10kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F091211047-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 2 July 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK MARISSA RAHMADILLAH HENDOSYAH. Penelitian Tentang Kebudayaan Keluarga Batak Dalam Novel Ngeri-ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk (Dibimbing oleh Luo Yao Jun dan Andi Filsah Muslimat, S.S., S.Pd., M.Hum) Karya sastra mencerminkan kehidupan sosial dan budaya serta memiliki fungsi pendidikan dan hiburan. Budaya mencakup semua aspek kehidupan manusia dan diekspresikan melalui karya sastra, seperti novel "Missing Home" karya Bene Dion Rajagukguk. Novel ini menggambarkan nilai-nilai keluarga dalam budaya Batak dan prinsip sistem kekerabatan "Dalihan Na Tolu" melalui pendekatan komedi. Sebagai komedian Batak, Bene Rajagukguk berhasil menggabungkan humor dengan pesan-pesan budaya dan sosial. Melalui novel ini, budaya Batak terus menyebar dan mempertahankan relevansinya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyajian budaya keluarga tradisional Batak dalam novel "Missing Home" karya Bene Rajagukguk. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip inti struktur sosial Batak seperti Dalihan Na Tolu tercermin dalam karakter dan alur cerita, serta bagaimana karakter dalam cerita menghadapi konflik antara tradisi dan modernitas. Untuk mencapai tujuan ini, kami akan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi secara mendalam representasi budaya Batak dalam karya sastra dan dampaknya terhadap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa novel ini merupakan karya sastra yang kaya akan unsur-unsur budaya Batak, menggambarkan budaya Batak melalui nilai-nilai hidup, adat istiadat, dan interaksi sosial karakter-karakter dalam novel. Beberapa aspek budaya Batak yang menonjol meliputi Dalihan na Tolu (sistem kekerabatan), adat istiadat, filsafat hidup, dan nilai-nilai seperti Hagbeon (keramahan), Hamoraon (kehormatan), dan Uhen (keadilan). Selain itu, novel ini berhasil menggambarkan kehidupan dinamis masyarakat Batak secara realistis, mulai dari ritual tradisional, ekspresi bahasa yang unik hingga konflik budaya yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam novel. Kombinasi unsur-unsur budaya ini tidak hanya memperkaya alur cerita tetapi juga berperan dalam melestarikan dan mendidik pembaca tentang kebijaksanaan lokal Batak. Kata kunci: Budaya Batak; Dalihan Na Tolu (sistem kekerabatan); Bene Dion Rajagukguk; Nilai-nilai keluarga. ABSTRACT MARISSA RAHMADILLAH HENDOSYAH. Research on Batak Family Culture in the Novel Ngeri-ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk (Supervised by Luo Yao Jun and Andi Filsah Muslimat, S.S., S.Pd., M.Hum) Literary works reflect social life and culture and have educational and entertaining functions. Culture covers all aspects of human life and is expressed through literary works, such as Bene Dion Rajagukguk's novel "Missing Home". This novel presents the family values in Batak culture and its "Dalihan Na Tolu" kinship system principle through a comedic approach. As a Batak comedian, Bene Rajagukguk successfully combines humor with cultural and social messages. Through this novel, Batak culture continues to spread and maintain its relevance among the younger generation. This study aims to analyze the presentation of traditional Batak family culture in Bene Rajagukguk's novel "Missing Home". The focus of this study is to explore how the core principles of Batak social structure such as Dalihan Na Tolu are reflected in the characters and plot of the story, and how the characters in the story face the conflict between tradition and modernity. To achieve this goal, we will use a qualitative research method to explore in depth the representation of Batak culture in literary works and its impact on people's understanding of traditional values. The conclusion of the study shows that the novel is a literary work rich in Batak cultural elements, showing Batak culture through the life values, customs and social interactions of the characters in the novel. Some prominent aspects of Batak culture include Dalihan na Tolu (kinship system), customs, philosophy of life, and values such as Hagbeon (hospitality), Hamoraon (honor) and Uhen (justice). In addition, the novel successfully portrays the dynamic life of the Batak people in a realistic way, from traditional rituals, unique language expressions to cultural conflicts faced by the characters. The combination of these cultural elements not only enriches the plot but also plays a role in protecting and educating readers about local Batak wisdom.

Keywords: Batak culture; Dalihan Na Tolu (kinship system); Bene Dion Rajagukguk; Family values.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Batak culture; Dalihan Na Tolu (kinship system); Bene Dion Rajagukguk; Famil y values.
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Dec 2025 01:34
Last Modified: 17 Dec 2025 01:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51636

Actions (login required)

View Item
View Item