DEWI, ARUM KUSNILA (2025) Sistem Ekologi Rumah Walet (RW) di Pesisir, Dataran dan Perbukitan serta Kontribusinya terhadap Pembangunan Daerah di Provinsi Banten = Ecological System of in Swiftlet Houses on The Coastal, Plains and Hills and Its Contribution to Regional Development in Banten Province. Case study: Banten Province. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P023221009-cp3W21oT9SEIJe5d-20250515191235.jpg
Download (1MB) | Preview
P023221009-1-2.pdf
Download (2MB)
P023221009-dp.pdf
Download (378kB)
P023221009-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 April 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Arum Kusnila Dewi. Sistem Ekologi Rumah Walet (RW) di Pesisir, Dataran dan Perbukitan serta Kontribusinya terhadap Pembangunan Daerah di Provinsi Banten (dibimbing oleh M. Saleh S. Ali, Imam M. Fahmid dan Sudirman Baco). Sarang Burung Walet (SBW) memiliki nilai jual yang tinggi untuk ekspor karena bermanfaat untuk pengobatan dan digunakan sebagai bahan makanan. Keberlangsungan ekspor SBW dipengaruhi oleh kualitas produksi SBW di rumah walet. Provinsi Banten merupakan salah satu penghasil dan pemasok SBW untuk pasar ekspor dan lokal karena memiliki kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik RW di daerah pesisir (pinggir laut), dataran dan perbukitan dan menganalisis kontribusi RW terhadap pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan comparative case study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)Terdapat perbedaan karakteristik RW yang berada di daerah pesisir, dataran dan perbukitan yaitu letak geografis, agroklimat, desain rumah walet, vegetasi sebagai sumber pakan. Perbedaan utamanya adalah dari ukura dan disain RW di daerah pesisir dan dataran dan perbukitan. RW di pesisir dan daratan menyerupai gua, tidak ada kolam air dalam RW, dilengkapi spraying uap air, ukuran RW rata - rata 6 x10 x tinggi 2 lantai. RW di perbukitan rata- rata 10 x 20m 6 lantai dan desainya seperti gua ada kelembaban tinggi dengan adanya kolam air di dalamya dan RW di dataran 12 x 12m 6 lantai. Kualitas SBW di daerah pesisir dan dataran berbeda, SBW di daerah pesisir dan dataran berwarna kuning sampai abuan dan di perbukit berwarna putih berkilat seperti beras. 2) Karakteristik sistem ekologi RW di pesisir, dataran dan perbukitanberpengaruh berbanding lurus dengan kualitas SBW yang dihasilkan dan pengusahaan RW serta berkontribusi dalam pengembangan daerah sebagai peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja dalam pengelolan RW dan SBW, serta pemantauan karantina SBW untuk ekspor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produksi SBW di tiga sistem ekologi yang diteliti menunjukkan perbedaan. RW pada sistem ekologi pesisir, dataran dan perbukitan mempunyai produksi lebih tinggi dibanding dengan sistem ekologi yang lain. Selain itu, RW memberi kontribusi yang cukup besar terhadap pengembangan daerah berupa pembukaan lapangan pekerjaan dan pendapatan daerah. Untuk meningkatkan keberlanjutan produksi SBW, pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerjasama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan keberlanjutan RW.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: Sistim ekologi, Ekspor SBW, Keberlanjutan RW, Pembangunan Daerah, |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Studi Pembangunan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 06:06 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 06:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51195 |
