HISYAM, MUH. (2025) Representasi Makna Dalam Puisi "Lau Tarjiin" Karya Faruq Juwaidah (Analisis Semiotika Roland Barthes) = Representation of Meaning in the Poem "Lau Tarjiin" by Faruq Juwaidah (Roland Barthes' Semiotic Analysis). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F031181321-Cover.jpg
Download (251kB) | Preview
F031181321-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (388kB)
F031181321-dp(FILEminimizer).pdf
Download (133kB)
F031181321-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUH. HISYAM. Representasi Makna Dalam Puisi “Lau Tarjiin” Karya Faruq Juwaidah (Analisis Semiotika Roland Barthes). (Dibimbing oleh Andi Agussalim, S.S., M.Hum) Latar Belakang. Bangsa Arab dikenal sebagai salah satu bangsa yang sejak lama memulai peradabannya dengan melahirkan produk karya sastra. Pada tradisi sastra arab, puisi (syair) merupakan genre sastra yang paling tua dan paling kuat serta menjadi media kesadaran estetis bagi bangsa Arab. Pengalaman seorang penyair dalam menciptakan puisi sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi lingkungan alam, sosial, dan kultural. Dengan demikian, tak heran jika puisi memiliki tempat istimewa bagi hati dan benak masyarakat Arab, utamanya zaman pra Islam. Puisi “Lau Tarjiin” karya Faruq Juwaidah ini dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk memahami bagaimana puisi ini berfungsi untuk menyampaikan makna yang lebih. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menginterpretasikan serta menelaah makna denotasi dan konotasi yang terkandung dalam puisi “Lau Tarjiin” Karya Faruq Juwaidah, dan diharapkan dapat mengungkap mitos apa saja yang terdapat dalam puisi “Lau Tarjiin” Karya Faruq Juwaidah. Metode. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian dengan pendekatan kualitatif dan juga menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara menjabarkan objek data secara tepat. Hasil. Secara denotatif, puisi ini menggambarkan pengalaman emosional seperti kerinduan, kesedihan, kenangan, kehilangan dan Harapan. Sementara itu, secara konotatif, puisi ini perasaan kerinduan dan kehilangan, kesepian dan keterasingan, penyesalan dan kenangan pahit, dan harapan yang tak padam. Mitos yang terbentuk adalah mitos takdir sebagai sosok yang bisa hilang dan dicari Ini menciptakan mitos pencarian, puisi ini juga membentuk mitos alam sebagai cermin jiwa manusia serta mitos harapan yang rapuh dan terluka, Ini menciptakan mitos anak sebagai simbol harapan yang rapuh. Kesimpulan. Dengan analisis ini, dapat disimpulkan bahwa puisi “Lau Tarjiin” karya Faruq Juwaidah memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan mitos dalam budaya masyarakat, menjadikannya lebih dari sekedar karya seni, tetapi juga sarana ekspresi yang memiliki pengaruh mendalam terhadap persepsi dan pemaknaan realitas oleh pembacanya. Kata Kunci: Faruq Juwaidah, Makna, Denotasi, Konotasi, Mitos.
Kata Kunci: Faruq Juwaidah, Makna, Denotasi, Konotasi, Mitos.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Faruq Juwaidah, Makna, Denotasi, Konotasi, Mitos. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 01:23 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 01:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50839 |
