MUNAHRUDDIN, MUNAHRUDDIN (2025) Studi Fraksinasi Ukuran Butir Bijih Saprolit Terhadap Peningkatan Kadar Ni dan Implikasinya sebagai Ore Feed Pirometalurgi Area Tambang Wolo, Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara = Fractionation Studies to Increase the Ni Grade of Saprolite Ores and Implications as Pyrometallurgical Ore Feed from the Wolo Mine Area, Kolaka Regency of Southeast Sulawesi Province. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
D112211010-TESIS-COVER.jpg
Download (396kB) | Preview
D112211010-TESIS-BAB 1-2.pdf
Download (1MB)
D112211010-TESIS-DAPUS.pdf
Download (149kB)
D112211010-TESIS-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 January 2027.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
MUNAHRUDDIN. Studi Fraksinasi Ukuran Butir Bijih Saprolit Terhadap Peningkatan Kadar Ni Sebagai Ore Feed Pirometalurgi Area Tambang Wolo, Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara (dibimbing oleh Sufriadin dan Irzal Nur) Pengolahan nikel laterit, khususnya untuk produksi baja tahan karat (stainless steel), dominan menggunakan bijih saprolit melalui proses pirometalurgi dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Proses ini menghasilkan ferronikel atau nikel matte yang kemudian digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Bijih saprolit terbagi menjadi soft saprolit dan rocky saprolit, dengan soft saprolit biasanya memiliki kadar nikel yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan kadar nikel pada rocky saprolit, metode screening dapat digunakan untuk memisahkan material atau mineral gangue yang memiliki kadar nikel rendah. Dalam penelitian ini, 22 sampel bijih saprolit dari front penambangan dilakukan pemisahan ukuran butir dan menghasilkan lima fraksi yaitu -2”, +2”-4”, +4”-6”, +6”-8” dan +8”. Hasil analisis kimia dengan metode X-ray fluorescence (XRF) digunakan untuk menganalisis peningkatan kadar nikel. Hasil fraksinasi ukuran butir bijih saprolit menunjukkan adanya korelasi antara ukuran butir dengan peningkatan kadar Ni dan recovery. Fraksi kumulatif -2” cenderung memiliki kadar Ni yang lebih tinggi dibandingkan dengan kumulatif fraksi yang lebih besar dimana kadar kumulatif Ni 1.77% dengan persentase peningkatan kadar Ni sebanyak 16%. Komposisi mineral pembawa Ni yaitu lizardit dengan komposisi 35% dijumpai di fraksi -2”. Mineral gangue utama dalam fraksi bijih saprolit yaitu olivin dan piroksin dimana kedua mineral ini meningkat tajam di fraksi kumulatif -4”. Bijih saprolit dengan fraksi kumulatif -6” yang direkomendasikan untuk pengolahan secara pirometalurgi dengan teknologi RKEF.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Fraksinasi, Saprolit, Olivin, Lizardit, Kadar Nikel |
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 02:03 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50556 |
