Hubungan Tingkat Kecemasan dan Risiko Gangguan Makan dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 1 Baubau = The Association Between Anxiety Levels and the Risk of Eating Disorders with the Nutritional Status of Adolescents at Senior High School 1 Baubau


JUBIR, SRI MULIYANI (2025) Hubungan Tingkat Kecemasan dan Risiko Gangguan Makan dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 1 Baubau = The Association Between Anxiety Levels and the Risk of Eating Disorders with the Nutritional Status of Adolescents at Senior High School 1 Baubau. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K021211052-Cover.jpg

Download (307kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K021211052-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (442kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K021211052-dp(FILEminimizer).pdf

Download (296kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K021211052-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 11 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

SRI MULIYANI JUBIR. Hubungan Tingkat Kecemasan dan Risiko Gangguan Makan dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 1 Baubau (dibimbing oleh Healthy Hidayanty). Latar Belakang. Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap permasalahan gizi seperti gizi kurang (underweight) maupun gizi lebih (overweight dan obesitas). Faktor psikologis seperti kecemasan dan gangguan makan menjadi salah satu determinan yang memengaruhi status gizi remaja. Berdasarkan SKI tahun 2023 menunjukkan prevalensi remaja usia 16-18 tahun di Sulawesi Tenggara mengalami overweight sebesar 6,3%, obesitas sebesar 3%, dan underweight sebesar 8,9%. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan risiko gangguan makan dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Baubau. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Baubau pada bulan Februari 2025. Populasi pada penelitian ini sebanyak 962 siswa dengan sampel 297 siswa yang diperoleh menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu microtoice dan timbangan berat badan digital untuk mengukur status gizi berdasarkan z-score IMT/U, kuesioner DASS-42, serta kuesioner EAT-26. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54,5% dan berusia 16 tahun sebesar 54,2%. Dari 297 siswa, sebanyak 29,6% berada dalam kategori malnutrisi, 63% mengalami kecemasan, dan 21,5% berisiko mengalami gangguan makan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan (p=0,239) dan risiko gangguan makan (p=0,213) dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Baubau. Kesimpulan. Remaja yang mengalami malnutrisi lebih banyak ditemukan pada mereka yang cemas dan berisiko gangguan makan dibandingkan yang tidak cemas dan tidak berisiko gangguan makan. Saran. Remaja sebaiknya dapat lebih mengenal isu kesehatan mental sehingga menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental dan menghindari perilaku makan yang menyimpang.

Keyword : Remaja, Tingkat Kecemasan, Risiko Gangguan Makan, Status Gizi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Adolescents, Anxiety Level, Risk of Eating Disorders, Nutritional Status.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 29 Oct 2025 07:31
Last Modified: 29 Oct 2025 07:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50289

Actions (login required)

View Item
View Item