SADHILLAH, MUH. FAUZAN (2025) Hubungan screen time activity terhadap konsumsi junkfood dan persentase lemak tubuh pada remaja di SMK Muhammadiyah Marioriwawo Kabupaten Soppeng = The Relationship Between Screen Time Activity, Junk Food Consumption, and Body Fat Percentage Among Adolescents at SMK Muhammadiyah Marioriwawo, Soppeng Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211036-Cover.png
Download (105kB) | Preview
K021211036-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (658kB)
K021211036-dp(FILEminimizer).pdf
Download (344kB)
K021211036-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 3 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan penggunaan teknologi di kalangan remaja menyebabkan durasi screen time yang lebih tinggi, yang dapat berdampak pada perubahan pola konsumsi makanan, dengan peningkatan preferensi terhadap makanan dan minuman tinggi kalori dan rendah nilai gizi, seperti junk food. Konsumsi junk food yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas akibat tingginya kandungan lemak dan kalori. Masalah gizi lebih pada remaja, terutama overweight dan obesitas, mengalami tren peningkatan baik secara global maupun nasional. Secara global, sekitar 340 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2022. Di Indonesia, prevalensi gizi lebih pada remaja meningkat dari 7,3% (2013) menjadi 13% (2018), dan mencapai 16,2% pada tahun 2023, terdiri dari 12,1% overweight dan 4,1% obesitas. Di Sulawesi Selatan, prevalensi obesitas remaja mencapai 10,99% pada tahun 2018, dengan Kabupaten Soppeng mencatat prevalensi tertinggi. Data Dinkes Soppeng (2024) menunjukkan prevalensi gizi lebih pada pelajar SMA/SMK/MA sebesar 11,1%, terdiri dari 5,2% gemuk dan 5,9% obesitas.Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi screen time activity dengan konsumsi junk food serta dampaknya terhadap persentase lemak tubuh pada remaja di SMK Muhammadiyah Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 105 siswa yang dipilih secara stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri menggunakan BIA BC 730 untuk menentukan persentase lemak tubuh. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara durasi screen time activity dengan jumlah konsumsi junk food (r=0316; p = 0,001) menunjukkan hubungan korelasi lemah dengan arah hubungan positif, serta hubungan korelasi sangat kuat antara jumlah konsumsi junk food dengan persentase lemak tubuh (r = 0,977 ; p = 0,000). Selain itu terdapat korelasi positif antara durasi screen time activity dengan persentase lemak tubuh (r = 0,334; p = 0,000) yang menunjukkan korelasi lemah dengan arah hubungan positif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi durasi screen time, semakin tinggi pula persentase lemak tubuh pada remaja. Kesimpulan. Durasi screen time yang tinggi berhubungan dengan peningkatan konsumsi junk food, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan persentase lemak tubuh. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi bagi remaja untuk mengelola waktu screen time secara bijak serta menerapkan pola makan sehat guna mencegah risiko obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.
Keyword : screen time, junk food, persentase lemak tubuh, remaja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | screen time activity, junk food, body fat percentage, adolescents. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 06:17 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 06:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50262 |
