PRAHARANI, SANDRA TRI MUSTIKA (2025) BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK KOREOGRAFI TARI PATTENNUNG SUKU BUGIS-MAKASSAR = FORM AND SYMBOLIC MEANING OF PATTENNUNG DANCE TRADISIONAL CHOREOGRAPHY OF BUGIS-MAKASSAR TRIBE: VISUAL SEMIOTIC ANALYSIS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021201051-pkm1VDJBrU5QMEOx-20250514223714.png
Download (836kB) | Preview
F021201051-1-2.pdf
Download (461kB)
F021201051-dp.pdf
Download (338kB)
F021201051-fulllllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 February 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Sandra Tri Mustika Praharani. 2025. Bentuk dan Makna Simbolik Koreografi Tari Pattennung Suku Bugis-Makassar: Analisis Semiotika Visual (Dibimbing oleh Ery Iswary). Kebudayaan suku Bugis-Makassar memiliki tari tradisonal, salah satunya adalah tari Pattennung. Tarian ini menggambarkan masyarakat suku Bugis-Makassar yang sedang menenun sehingga diperlukannya kesabaran serta ketekunan selama proses pembuatan sarung sutera. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh data serta informasi tentang: (1) Bagaimana Bentuk Visualisasi Koreografi Tari Pattennung suku Bugis-Makassar (2) Bagaimana Aspek Simbol Visual yang ditampilkan pada Tari Pattennung suku Bugis-Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Bentuk dan teori Semiotika Visual. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data pada penelitian ini berasal dari data primer yang diperoleh langsung dari sumber utama yaitu penampilan tari Pattennung dan wawancara langsung dengan sumber lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) Observasi (2) Wawancara (3) Perekaman (4) Pencatatan (5) Dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: (1) Pengumpulan Data (2) Klasifikasi Data (3) Analisis Data (4) Kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bentuk visualisasi koreografi tari Pattennung suku Bugis Makassar dilihat dari gambaran umum secara bentuk penyajiannya terdiri dari penari berjumlah genap, ragam gerak yang meliputi (1) monu (2) mapali (3) macello (4) riassoi (5) masau (6) apparisi (7) mattennung, iringan musik yang memiliki dua tempo yaitu tempo lambat dan tempo sedang, pola lantai yang memiliki empat macam bentuk pola lantai yaitu dua garis lurus kesamping selang seling, lingkaran, segitiga terbalik, dan satu garis lurus kesamping, busana dan tata rias yang meliputi baju bodo dan sarung, ponto (gelang pergelangan tangan), sima (pengikat lengan), geno (kalung berantai), bangkarak (anting), bando (hiasan kepala), bunga warna warni nigubah (hiasan kepala), make up (riasan wajah), serta memiliki satu properti yaitu sarung tenun (lipa’ sabbe). Kemudian aspek simbol visual yang ditampilkan pada tari Pattennung suku Bugis-Makassar ditemukan empat kode dalam semiotika visual yaitu kode hermeneutika, kode semik, kode simbolik, dan yang terakhir kode kultural.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tari Pattennung, Bentuk, Makna, Koreografi, Semiotika Visual. |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 07:29 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 07:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50256 |
