LA'BI', SHERTIN OCTAVIA RAMPO (2025) KONSEP WABI-SABI DALAM FILM KAGUYA HIME NO MONOGATARI KARYA SUTRADARA ISAO TAKAHATA = THE CONCEPT OF WABI-SABI IN THE FILM KAGUYA HIME NO MONOGATARI BY DIRECTOR ISAO TAKAHATA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F081201003-tZkA3yfpFloi6LBc-20250514203457.png
Download (263kB) | Preview
F081201003-1-2.pdf
Download (731kB)
F081201003-dp.pdf
Download (452kB)
F081201003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Film sebagai karya seni memiliki aspek estetika yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Konsep estetika Wabi-sabi dalam film animasi "Kaguya Hime no Monogatari" karya sutradara Isao Takahata. Film ini, yang didasarkan pada cerita rakyat Jepang "Taketori Monogatari", menampilkan konsep Wabi-sabi yang menekankan keindahan dalam kesederhanaan, ketidaksempurnaan, dan ketidakkekalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konsep estetika wabi-sabi dalam film Kaguya Hime no Monogatari karya Isao Takahata serta mengidentifikasi karakteristik wabi-sabi yang paling dominan di antara tujuh karakteristik yang dikemukakan oleh Hisamatsu Shin’ichi, yaitu fukinsei (asimetris), kanso (kesederhanaan), kokou (keindahan yang lawas), shizen (kealamian), yuugen (kedalaman makna), datsuzoku (kebebasan), dan seijaku (ketenangan). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mise en scène untuk mengamati elemen visual dalam film, serta teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif dari setiap adegan yang mengandung nilai wabi-sabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karakteristik wabi-sabi hadir dalam film, namun karakteristik kanso, shizen, datsuzoku, dan yuugen muncul lebih menonjol dan mendominasi narasi visual serta makna filosofis dalam film. Kanso tampak melalui kesederhanaan gaya hidup dan desain visual yang minim namun bermakna. Shizen tercermin dalam kedekatan karakter utama dengan alam dan perubahan musim. Datsuzoku muncul melalui upaya tokoh utama melepaskan diri dari norma sosial yang mengekang, sedangkan yuugen hadir dalam nuansa simbolik dan transendental yang menggugah refleksi eksistensial. Film Kaguya Hime no Monogatari tidak hanya menjadi adaptasi dongeng klasik, tetapi juga menghadirkan kontemplasi filosofis yang kuat mengenai nilai-nilai kehidupan melalui estetika wabi-sabi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wabi-sabi, Kaguya Hime no Monogatari, Hisamatsu Shin’ichi, Roland Barthes, mise en scène, film Jepang, estetika |
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 07:27 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 07:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50255 |
