RAMADHAN, ANDI ISRAL (2025) Makna Simbol Dalam Ritual Panrè Tasik Di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba : Kajian Interpretatif = The Meaning of Symbols in the Panrè Tasik Ritual in Kajang District, Bulukumba Regency: An Interpretative Study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021181319-KvScP21MXWN7Q5UY-20250428142846.jpg
Download (347kB) | Preview
F021181319-1-2.pdf
Download (259kB)
F021181319-dp.pdf
Download (170kB)
F021181319-fulllllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 February 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Andi Isral Ramadhan, 2025. Makna Simbol Dalam Ritual Panrè Tasik Di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba : Kajian Interpretatif (dibimbing oleh Hunaeni) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapantahapan dalam ritual Panrè Tasik, bentuk, dan makna simbol yang terdapat dalam ritual Panrè Tasik. serta bentuk dan makna simbol yang terdapat dalam ritual tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menelaah hubungan antara simbol dan maknanya dalam jaring makna yang terbentuk dalam ritual Panrè Tasik. Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif dengan teori Clifford Geertz. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. untuk menganalisis makna simbol yang terdapat dalam ritual Panrè Tasik, di masyarakat pesisir khususnya di Kecamatan Kajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Panrè Tasik terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutupan, yang masing-masing memiliki makna bentuk dan simbol dalam ritual ini, seperti jangang (ayam), melambangkan kemurnian dan pengorbanan capi (sapi) bermakna keberanian, juku (ikan) sebagai keberkahan ,serta kaluku lolo (kelapa muda ) sebagai simbol pertumbuhan dan kehidupan. bentuk hubungan antara simbol dan makna simbol dalam jaring makna jangang (ayam) bukan hanya melambangkan kemurnian tetapi juga merupakan wujud rasa syukur yang ikhlas kepada Tuhan, sebagai bentuk keberanian, penyerahan diri, Pengorbanan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan. Temuan ini menegaskan bahwa ritual Panrè Tasik tidak hanya berfungsi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Panrè Tasik, ritual, simbol, makna, interpretasi budaya. |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 02:44 |
| Last Modified: | 29 Oct 2025 02:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50229 |
