BACHTIAR, IBNU RUSYD (2025) Efikasi formula Glass Ionomer dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Diatom terhadap Hardness Strength, Shrinkage Strength dan Micro Leak Strength untuk Core Build Up. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J015212005-jafBELJQMiyNmv67-20250131102150.jpg
Download (396kB) | Preview
J015212005-1-2.pdf
Download (376kB)
J015212005-dp.pdf
Download (212kB)
J015212005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: GIC merupakan core build-up, yaitu memperkuat struktur gigi yang rusak untuk memastikan fondasi yang kuat untuk pemasangan mahkota gigi atau restorasi lainnya. Hidroksiapatit membantu pembentukan tulang dan gigi. Kitosan berasal dari cangkang kepiting dan memiliki sifat antibakteri. Ia bekerja dengan baik dengan semen ionomer kaca (GIC). Hidroksiapatit terbuat dari kalsium, dan silika, yang sangat keras, ditemukan di pasir dan tanaman.Tujuan :Untuk Menganalisis Efikasi formula Glass Ionomer dengan Hidroksiapatit dan Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan silika dari Diatom terhadap Hardness Strength, Shrinkage Strength dan Micro Leak Strength untuk Core BuildUp.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental dengan menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel dibagi menjadi sepuluh kelompok perlakuan, meliputi kelompok GIC tanpa penambahan hidroksiapatit, kitosan, dan nanosilika, dan penambahan hidroksiapatit, kitosan, dan silika dengan berbagai tingkat konsentrasi. Tingkat kekerasan bahan GIC dengan penambahan Hidroksiapatit dan kitosan dari cangkang kepiting, dan silika dari diatom diukur menggunakan Micro Vickers Hardness Tester dan tingkat penyusutan dan kebocoran mikro menggunakan SEM (scanning electron microscopy).Hasil: Komposisi GIC termodifikasi yang paling optimal memiliki nilai rerata tertinggi untuk kekuatan kekerasan, kekuatan penyusutan, dan kekuatan kebocoran mikro. Nilai-nilai tersebut terdapat pada formulasi F1 (nanosilika alami, 0% hidroksiapatit, dan 0% kitosan) dan F6 (nanosilika alami, 9% hidroksiapatit, dan kitosan 1%) Kesimpulan : Formulasi GIC dipengaruhi oleh modifikasi kandungan nanosilika dari diatom, dan penambahan 9% hidroksiapatit, 1% kitosan dari cangkang kepiting bakau terhadap kekuatan ikatan tekan, tarik, dan geser untuk pembentukan inti.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Prostodonsia |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 02:40 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 02:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49978 |
