TIPE PERTUMBUHAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) DI PERAIRAN PANTAI KURI CADDI DAN KURI LOMPO, DESA NISOMBALIA, KABUPATEN MAROS


Datu, Serlianti Tiku (2021) TIPE PERTUMBUHAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) DI PERAIRAN PANTAI KURI CADDI DAN KURI LOMPO, DESA NISOMBALIA, KABUPATEN MAROS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L21114007_skripsi cover1.jpg

Download (262kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L21114007_skripsi Bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L21114007_skripsi Dapus-lamp.pdf

Download (652kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L21114007_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Serlianti Tiku Datu. L211 14 007. “Tipe Pertumbuhan Keong Bakau (Telescopium telescopium” di Perairan Pantai Desa Nisombalia, Kabupaten Maros dibimbing oleh Sharifuddin Bin Andy Omar sebagai Pembimbing Utama dan Moh.Tauhid Umar sebagai Pembimbing Anggota.
Keong bakau merupakan Moluska asli mangrove yang mudah ditemukan di bagian tengah hutan mangrove. Keong bakau memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda pada setiap tempat, baik itu dari panjang maupun diameternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang–bobot dan faktor kondisi keong bakau (Telescopium telescopium) berdasarkan lokasi. Analisis yang dilakukan meliputi hubungan panjang cangkang - bobot tubuh dan faktor kondisi keong bakau tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang tipe pertumbuhan siput T. telescopium, khususnya di Kuri Caddi dan Kuri Lompo. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 minggu berturut-turut, mulai dari tanggal 17 Mei 2021 sampai dengan tanggal 06 Juni 2021. Pengambilan sampel keong bakau dilakukan dengan menggunakan metode transek garis. Pengamatan pada masing-masing lokasi dilakukan sebanyak 30 plot, dengan ukuran plot 1 m x 1 m, da n jarak antarplot 10 m. Pada garis transek diletakkan 10 buah transek berukuran 1 m x 1 m, jarak antartransek 10 m, baik di Kuri Caddi maupun di Kuri Lompo. Analisis sampel dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Sampel diukur panjang cangkang dan ditimbang bobot tubuhnya. Jumlah sampel keong bakau yang diperoleh selama penelitian sebanyak 223 individu. Hasil penelitian menunjukkan kisaran panjang total keong di Kuri Caddi 46,30 - 93,04 mm dan di Kuri Lompo 54,81 - 80,48 mm, kisaran bobot tubuh di Kuri Caddi 8,41 - 42,08 g dan di Kuri Lompo 16,17 - 92 g . Tipe pertumbuhan keong bakau bersifat hipoalometrik. Berdasarkan uji statistik, faktor kondisi keong Bakau di Kuri Caddi dan di Kuri Lompo tidak berbeda nyata.
Kata kunci: Telescopium telescopium, panjang cangkang – bobot tubuh, faktor kondisi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 01 Nov 2021 05:14
Last Modified: 01 Nov 2021 05:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/9837

Actions (login required)

View Item
View Item