KARAKTERISTIK PENDERITA GLAUKOMA DI RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2009


KALSOM, UMMI (2012) KARAKTERISTIK PENDERITA GLAUKOMA DI RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2009. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
ummikalsom- cover.jpg

Download (258kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
ummikalsom- 1-2.pdf

Download (933kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
ummikalsom- dapus-lam.pdf

Download (410kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
ummikalsom-.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Pada tahun 2007, Glaukoma merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kebutaan di Indonesia dan mengenai sekitar 0,04% dari kasus penyakit mata. Di Amerika Serikat, penyakit ini lebih dominan pada masyarakat berkulit berwarna (etnis Afrika) daripada berkulit putih (4:1), sedangkan di Indonesia belum ada penelitian mendalam dan menyeluruh mengenai pola penyakit Glaukoma. Namun, saat ini di Indonesia, glaukoma menempati posisi nomor dua setelah katarak sebagai penyebab kebutaan. Tidak hanya mereka yang berusia 40 tahun keatas, glaukoma juga dapat menyerang bayi dan orang berusia muda. Glaukoma adalah kondisi gangguan mata, yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata (kornea), sehingga menyebabkan kerusakan syaraf optik, yang memicu penurunan daya penglihatan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang secara khusus bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita Glaukoma pada R.S.U.P. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 20 September – 4 Oktober 2012, dengan sampel yaitu semua penderita Glaukoma di R.S.U.P. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 1 Januari – 31 Disember 2009 yang memiliki data rekam medik yang lengkap. Metode pengambilan sampel adalah total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi Glaukoma menurut kelompok umur saat terdiagnosa penyakit Glaukoma yang terbanyak adalah kelompok umur 50-59 tahun sebanyak 26,6%, menurut distribusi jenis kelamin lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki yaitu sebesar 69,2%, menurut distribusi tingkat pendidikan paling banyak ditemukan pada penderita dengan tingkat pendidikan Akademi/Universitas yaitu 33,3% menurut tingkat pekerjaan paling banyak ditemukan dengan pekerjaan PNS dan IRT yaitu sebesar 28,2%, menurut distribusi penyebab terjadinya Glaukoma lebih banyak yang tidak ditemukan penyebab/ kelainan pada mata yang menyebabkan timbulnya glaukoma yaitu sebesar 59,0%. Menurut distribusi riwayat keluarga dengan glaukoma, tidak ditemukannya riwayat keluarga sebesar 100,0%, menurut distribusi gejala awal terbanyak dengan penglihatan menurun sebesar 53,8%, menurut distribusi tekanan intraokuler ditemukan kebanyak pasien mengalami peningkatan tekanan intraokuler yaitu sebesar 87,2%, dan menurut jenis glaukoma lebih banyak ditemukan sudut sebesar 41,0%.
Saran yang dianjurkan antara lain melakukan skrining terhadap pasien kelompok umur 40 tahun keatas terutama usia 50-59 tahun yang dicurigai menderita glaukoma untuk deteksi dini, perlunya pengisian status penderita yang lebih lengkap terutama identitas, anamnesis faktor-faktor resiko, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang untuk menetapkan diagnosa serta dibutuhkan keseragaman dalam menganamnesis kebiasaan hidup pasien, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan variabel yang belum diteliti dan menggunakan data primer guna memperoleh informasi Glaukoma secara keseluruhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 15 Oct 2021 23:40
Last Modified: 15 Oct 2021 23:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/7832

Actions (login required)

View Item
View Item