YUSUF, DJUMRAN (2007) ANALISIS SOSIAL EKONOMI USAHA PEMBESARAN IKAN BANDENG DI KECAMATAN TANETE RIATTANG TIMUR KABUPATEN BONE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
djumranyus Cover1.jpg
Download (223kB) | Preview
djumranyus 1-2.pdf
Download (136kB)
djumranyus DAPUS.pdf
Download (80kB)
djumranyus.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (421kB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK
DJUMRAN YUSUF. Analisis Sosial Ekonomi Usaha Pembesaran Ikan Bandeng di Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone (dibimbing oleh Adri Said dan Iqbal Djawad).
Peningkatan produktifitas tambak dapat dilakukan dengan intensifikasi melalui perubahan teknologi usaha tambak antara lain perbaikan konstruksi tambak dan manajemen usaha. Salah satu komoditas perikanan potensial dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat adalah ikan bandeng.
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi pendapatan usahatani tambak.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dari bulan Maret sampai dengan April 2007. Populasi penelitian sebesar 204 orang (148 petani tambak tradisional dan 56 petani tambak semi-intensif). Pengambilan sampel dilakukan dengan Stratified Random Sampling sebanyak 20% yakni 29 orang dari petani tambak sistim tradisional dan 11 orang dari petani tambak sistim semi-intensif. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda (multiple linear regression), analisis pendapatan, analisis RC-Ratio, dan partial budget (PB).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata atau signifikan terhadap pendapatan usahatani tambak ikan bandeng yaitu: luas tambak, umur, jumlah tanggungan keluarga, jumlah nener, dan variabel dummy. Adapun variabel lainnya yaitu: pendidikan, pengalaman usahatani, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Tingkat pendapatan bersih perhektar pada usahatani tambak ikan bandeng sistim pemeliharaan semi-intensif sebesar Rp 7.035.824,41 lebih besar daripada tambak sistim pemeliharaan tradisional sebesar Rp 2.431.831,34. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani tambak ikan bandeng dengan sistim (teknologi) pemeliharaan semi-intensif lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistim pemeliharaan tradisional. Usahatani tambak ikan bandeng sistim semi-intensif mempunyai nilai RC-Ratio (3,51) yang lebih besar dari RC-Ratio pada tambak sistim tradisional (2,07) sehingga tambak semi intensif lebih layak untuk dijalankan dibandingkan dengan tambak tradisional. Demikian pula angka Partial-Budget sebesar Rp 4.603.993,07 yang menunjukkan bahwa jika petani tambak ikan bandeng beralih dari sistim pemeliharaan tradisional ke sistim pemeliharaan semi-intensif akan menguntungkan bagi petani tambak.
Item Type: | Thesis (Thesis) |
---|---|
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Depositing User: | - Nurhasnah |
Date Deposited: | 04 Oct 2021 03:29 |
Last Modified: | 04 Oct 2021 03:29 |
URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/7224 |