AMALIA, YULIA RAHMAH (2025) Representasi Makna dalam Lirik Kumpulan Lagu yang Dipopulerkan oleh Hamza Namira (Analisis Semiotika Roland Barthes) = Representation of Meaning in the Lyrics of a Collection of Songs Popularized by Hamza Namira (Roland Barthes Semiotics Analysis). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
![[thumbnail of Cover]](/48338/1.hassmallThumbnailVersion/F031201008-Cover.jpg)

F031201008-Cover.jpg
Download (788kB) | Preview
![[thumbnail of Bab 1-2]](/style/images/fileicons/text.png)
F031201008-Bab 1-2.pdf
Download (2MB)
![[thumbnail of Dapus]](/style/images/fileicons/text.png)
F031201008-Dapus.pdf
Download (232kB)
![[thumbnail of Full Text]](/style/images/fileicons/text.png)
F031201008-Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
YULIA RAHMAH AMALIA. Representasi Makna Dalam Lirik Kumpulan Lagu Yang Dipopulerkan Oleh Hamza Namira (Analisis Semiotika Roland Barthes). (Dibimbing oleh Muhammad Ridwan, S.S., M.A. dan Mujadillah, S.S., M.Hum) Latar Belakang. Beberapa masyarakat awam di Indonesia masih menganggap bahwa lagu berbahasa Arab adalah selawat. Perspektif ini muncul karena adanya tantangan bahasa. Sedangkan lagu-lagu bahasa Arab memiliki makna yang sangat positif, membawa harapan, serta perubahan. Makna tersebut ada pada lagu Hamza Namira yaitu Dari Ya Alby, Laa Tabki, Rayah El Hayah, Ya Mazloum, dan Wa Laa Sohba Ahla. Lagu-lagu ini dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk memahami bagaimana lirik-lirik ini berfungsi untuk menyampaikan makna yang lebih. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menginterpretasikan serta menelaah makna denotasi dan konotasi yang terkandung dalam lirik lagu Hamza Namira, dan diharapkan dapat mengungkap mitos apa saja yang terdapat dalam setiap lagu yang dipopulerkan oleh Hamza Namira. Metode. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian dengan pendekatan kualitatif dan juga menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara menjabarkan objek data secara tepat. Hasil. Secara denotatif, lirik-lirik ini menggambarkan pengalaman emosional seperti keterasingan, kesedihan, ketidakadilan, dan Harapan. Sementara itu, secara konotatif, lirik-lirik ini menyampaikan makna yang lebih dalam yang menggambarkan kerentanan emosional, perjuangan batin, simbol harapan yang rapuh, dan pencarian makna dalam hidup. Mitos memberikan gambaran umum dan filosofi hidup yang diwariskan secara kolektif, seperti kehidupan sebagai perjalanan emosional yang tak terhindarkan, ketidakadilan yang selalu ada, dan harapan yang terus diperjuangkan meskipun penuh rintangan. Kesimpulan. Dengan analisis ini, dapat disimpulkan bahwa lagu-lagu Hamza Namira memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan mitos dalam budaya masyarakat, menjadikannya lebih dari sekedar karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang memiliki pengaruh mendalam terhadap persepsi dan pemaknaan realitas oleh pendengarnya.
Kata Kunci: Hamza Namira, Budaya, Sosial, Makna, Denotasi, Konotasi, Mitos.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Hamza Namira, Meanings, Denotations, Conotations, Myth. |
Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat |
Depositing User: | Rasman |
Date Deposited: | 14 Aug 2025 07:45 |
Last Modified: | 14 Aug 2025 07:45 |
URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/48338 |