STUDI KESTABILAN SUDUT ROTOR SISTEM INTERKONEKSI SULSELBAR DENGAN INTEGRASI PLTB SIDRAP


AMRAN, MOCH. ARIEF (2019) STUDI KESTABILAN SUDUT ROTOR SISTEM INTERKONEKSI SULSELBAR DENGAN INTEGRASI PLTB SIDRAP. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
19_D41114520(FILEminimizer)..ok cover.jpg

Download (309kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
19_D41114520(FILEminimizer)..ok 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
19_D41114520(FILEminimizer)..ok dapus.pdf

Download (434kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
19_D41114520(FILEminimizer)..ok.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Besarnya permintaan energi listrik mengakibatkan perlunya membangun pusat-pusat pembangkitan energi listrik yang lebih banyak lagi. Karena apabila pembangunan pusat-pusat pembangkit listrik tidak dapat mengimbangi pesatnya pertumbuhan beban yang ada, maka keberlangsungan penyaluran energi listrik ke konsumen - konsumen dapat terganggu, yang menyebabkan stabilitas sistem tenaga menjadi tidak seimbang terutama pada kestabilan sudut rotor. Untuk mengatasi pemenuhan kebutuhan listrik ini, salah satu upaya pemanfaatan energi terbarukan yang dilakukan yaitu pembangunan Pusat Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan yaitu di Kabupaten Sidrap. Metode yang digunakan dalam menganalisa terintegrasinya PLTB Sidrap yaitu metode analisis dengan memberikan gangguan hubung singkat 3 fasa pada saluran transmisi. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan kestabilan sudut rotor setelah terintegrasinya PLTB Sidrap, dan menentukan respon sudut rotor sistem interkoneksi Sulselbar ketika terjadi gangguan hubung singkat 3 fasa sebelum dan setelah terintegrasinya PLTB dengan menggunakan software MATLAB Tools PSAT. Ketika PLTB Sidrap terintegrasi dalam sistem, kondisi sudut rotor masih dalam keadaan stabil dikarenakan masih dalam batasan yaitu tidak melampui 900 atau melampui -900 . Ketika terjadi gangguan hubung singkat 3 fasa setelah PLTB Sidrap terintegrasi dapat lebih memperlambat terjadinya pembangkit lepas sinkron ketika terjadi gangguan sesuai dengan Critical Clearing Time (CCT) yang digunakan yaitu pada saat terjadi gangguan di saluran transmisi Sungguminasa – Maros digunakan CCT sebelum PLTB Sidrap terintegrasi ditentukan CCT = 0.53 detik dan setelah terintegrasi ditentukan CCT = 0.656 detik, sedangkan pada saluran transmisi Punagaya – Jeneponto sebelum PLTB Sidrap terintegrasi ditentukan CCT = 0.075 dan setelah terintegrasi ditentukan CCT = 0.076 detik.
Kata Kunci : PLTB Sidrap, sudut rotor, gangguan hubung singkat 3 fasa, Critical Clearing Time (CCT)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 08 Jun 2021 01:13
Last Modified: 08 Jun 2021 01:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/4830

Actions (login required)

View Item
View Item