EFEKTIVITAS JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP PENYEMBUHAN OTOMIKOSIS PADA AYAM (GALLUS GALLUS DOMESTICUS) YANG TERINFEKSI ASPERGILLUS SP.


Murdiyanto, Emil Kardani (2023) EFEKTIVITAS JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP PENYEMBUHAN OTOMIKOSIS PADA AYAM (GALLUS GALLUS DOMESTICUS) YANG TERINFEKSI ASPERGILLUS SP. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C035192005_tesis_05-03-2024 Cover1.jpg

Download (358kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C035192005_tesis_05-03-2024 bab1-2.pdf

Download (8MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C035192005_tesis_05-03-2024 Dapus.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C035192005_tesis_05-03-2024.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2025.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Otomikosis merupakan infeksi jamur subakut pada kanalis akustikus eksternus yang menyebabkan peradangan. Jahe telah dikenal sebagai agen antijamur yang mengandung senyawa fenolik dan terpen. Efek antimikroba VCO berasal dari monolaurin dapat melisisikan lipid pada membran sel mikroorganisme. Penelitian pada hewan percobaan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan minyak kelapa murni (VCO) pada kasus otomikosis. Kami menggunakan ayam (Gallus gallus domesticus) berumur 2-3 tahun yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol positif diberi obat salep (Imidazole), kelompok 2 diberi ekstrak jahe 2%, kelompok 3 diberi ekstrak VCO 2%, kelompok 4 diberi kombinasi ekstrak jahe dan VCO 2%, dan kelompok 5 kontrol negatif yang tidak diberikan perlakuan apapun. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan hifa pada sampel yang diberi ekstrak jahe dibandingkan kontrol positif dan negatif dengan p masing-masing 0,002 dan p <0,001. Serta kelompok pemberian VCO juga menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan kontrol negatif dan positif dengan p<0,0001. Meskipun demikian, kombinasi ekstrak jahe dan VCO memberikan hasil terbaik dalam menghambat perkembangan jamur. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak jahe dan VCO pada konsentrasi 2% menunjukkan potensi yang lebih besar dalam menghambat pertumbuhan A. flavus, penyebab otomycosis pada ayam, dibandingkan dengan menggunakan ekstrak tunggal saja.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: otomikosis, ekstrak jahe, minyak kelapa murni (VCO), aspergillus, eksperimental
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: S.I.P Zohrah Djohan
Date Deposited: 25 Jul 2024 06:16
Last Modified: 25 Jul 2024 06:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/35435

Actions (login required)

View Item
View Item