PENGARUH INTERMITTENT FASTING TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PADA TIKUS YANG DI INDUKSI DENGAN HIGH FAT DIET


Gusti Anggraeni, Wedari (2024) PENGARUH INTERMITTENT FASTING TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PADA TIKUS YANG DI INDUKSI DENGAN HIGH FAT DIET. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P062212009_tesis_01-03-2024 Cover1.jpg]
Preview
Image
P062212009_tesis_01-03-2024 Cover1.jpg

Download (341kB) | Preview
[thumbnail of P062212009_tesis_01-03-2024 Bab 1-2.pdf] Text
P062212009_tesis_01-03-2024 Bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of P062212009_tesis_01-03-2024.pdf] Text
P062212009_tesis_01-03-2024.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of P062212009_tesis_01-03-2024 Dapus.pdf] Text
P062212009_tesis_01-03-2024 Dapus.pdf

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK WEDARI GUSTI ANGGRAENI. Pengaruh Intermitten Fasting Terhadap Berat Badan dan Kadar Malondialdehyde (MDA) Pada Tikus Yang diinduksi dengan High Fat Diet (HFD). (dibimbing oleh Agussalim Bukhari dan Husni Cangara) Kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan sindrom metabolik. Intermitten Fasting merupakan salah satu metode diet dengan pembatasan kalori yang dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk berat badan dan kadar MDA. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Intermitten Fasting terhadap berat badan dan kadar Malondialdehyde (MDA) pada tikus yang diinduksi High Fat Diet (HFD). Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental pretest dan post-test group design. Subjek penelitian dibagi atas tiga Perlakuan A kontrol pakan biasa, perlakuan B diinduksi HFD, perlakuan C HFD+IF selama 16 jam. Serum diambil setelah HFD dan setelah IF kemudian Kadar MDA diperiksa menggunakan metode (ELISA), uji statistik yang digunakan paired t test dan uji Pearson. Hasil: terjadi peningkatan signifikan perubahan berat badan HFD kelompok A (Kontrol) p (0,043), kelompok B (HFD) p (0,004). tidak terdapat perbedaan signifikan pada HFD+IF. hasil uji kadar MDA pre-test dan post-test terdapat perbedaan signifikan, kelompok B (HFD) p (0,017) , kelompok C (HFD+IF) p (0,039). Uji korelasi Pearson perubahan berat badan dan kadar MDA Pre-Test dan Post-Test, terdapat korelasi signifikan pada Kelompok C (HFD+IF) 0,926 (p=0,008). kesimpulan, penelitian ini menunjukkan intermitten fasting secara signifikan menurunkan berat badan dan kadar MDA, dan terdapat korelasi antara perubahan berat badan dan kadar MDA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 23 Jul 2024 07:06
Last Modified: 23 Jul 2024 07:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/35398

Actions (login required)

View Item
View Item