MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH PADI LOKAL VARIETAS SIAM MUTIARA DARI LAHAN RAWA PASANG SURUT KALIMANTAN SELATAN = THIN LAYER DRYING MODEL OF LOCAL RICE GRAIN SIAM MUTIARA VARIETY FROM TIDAL SWAMP LAND IN SOUTH KALIMANTAN


Darita, Setiawaty Reski (2023) MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH PADI LOKAL VARIETAS SIAM MUTIARA DARI LAHAN RAWA PASANG SURUT KALIMANTAN SELATAN = THIN LAYER DRYING MODEL OF LOCAL RICE GRAIN SIAM MUTIARA VARIETY FROM TIDAL SWAMP LAND IN SOUTH KALIMANTAN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G042202001_tesis_01-08-2023_cover1.png

Download (165kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G042202001_tesis_01-08-2023 bab 1-2.pdf

Download (691kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G042202001_tesis_01-08-2023 dp.pdf

Download (680kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G042202001_tesis_01-08-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Sebagai makanan pokok dibanyak negara, padi merupakan tanaman budidaya yang paling penting. Indonesia merupakan produsen beras terbesar ketiga di dunia dengan produksi tahunan mencapai 54,65 juta ton. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki 191.740 ha lahan rawa pasang surut, atau setara dengan 30% dari luas total wilayahya. Varietas padi yang ditanam di wilayah ini sebagian besar adalah varietas lokal. Varietas ini menghasilkan nasi bertekstur pera yang disukai oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Selain rasa dan tekstur, aspek fisik seperti keutuhan gabah juga penting bagi konsumen dan aspek ini dipengaruhi oleh proses pascapanen seperti pengeringan. Pada penelitian ini, mempelajari karakteristik pengeringan dari varietas Siam Mutiara. Sampel gabah Siam Mutiara dari Desa Jelapat 1, Kabupaten Barito Kuala dikeringkan dengan menggunakan alat Fixed Bed Dryer pada tiga suhu (40, 50 dan 60˚C) dan kecepatan aliran udara 1 m/s. Sampel diletakkan dalam lima tray yang terbuat dari pipa PVC (diameter 4 inci, panjang 1 inci) dengan alas yang terbuat dari kawat kasa, kemudian kelima tray disusun secara vertikal. Setiap tray diisi dengan sampel gabah dengan ketebalan 1 cm kecuali tray paling bawah yang diisi hanya lapis gabah (dengan ketebalan rata-rata lebar gabah 1,66 mm). Suhu dan kelembaban pada setiap tray dipantau secara terus menerus dan berat sampel pada setiap tray diukur setiap 30 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban bervariasi pada setiap tray, dimana tray paling bawah memiliki suhu tertinggi dan kelembaban terendah. Namun, kadar air sampel disemua tray relatif sama, baik empat tray teratas yang terdiri dari 4 cm maupun tray terbawah dengan satu lapis gabah. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk varietas Siam Mutiara ini, ketebalan gabah 4 cm masih dapat dianggap sebagai pengeringan lapisan tipis. Pengaruh suhu pengeringan terhadap laju pengeringan signifikan. Selain itu, karakteristik pengeringan varietas ini paling sesuai dimodelkan dengan menggunakan model Page.

Keywords : Siam Mutiara, Padi Lokal, Pengeringan Lapisan Tipis, Ketebalan Lapisan, Fixed Bed Dryer

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Siam Mutiara, Local Rice, Thin Layer Drying, Layer Thickness, Fixed Bed Dryer
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 19 Mar 2024 02:59
Last Modified: 19 Mar 2024 02:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/30322

Actions (login required)

View Item
View Item